Angkot Modern Terbentur Regulasi

582
Sumber gambar : https://dinamikabogor.com/wp-content/uploads

Kodjari sebagai penyedia angkutan kota (angkot) siap membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait rencana konversi tiga menjadi dua angkot. Meski demikian, hingga gini program tersebut belum berjalan lantaran ada beberapa kendala teknis di lapangan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Shendy Pratama mengatakan bahwa salah satu kendala adalah tidak adanya pangkalan angkot modern, sehingga ada potensi gesekan apabila angkutan umum tersebut berada satu pangkalan dengan angkot konvensional

“Kodjari kan inginnya jangan sampai saat jalan dijegat oleh supir yang lama kemudia terkait pangkalan dimana. Sebab selama ini tempat-tempat yang ada sudah di huni angkot konvensional, dimana di area tersebut biasanya ada premannya,” ucap dia kepada wartawan, kamis (18/10).

Di satu sisi kata Shendy, Dishub menyatakan, tidak bisa mengatur keberadaan pangkalan angkot moder. Sebab belum ada regulasi terkait hal tersebut. Namun, ia tetap berharap permaslaahan tersebut dapat diselesaikan.

Sementara itu Wakil Wali Kota Usmar Hariman mengatakan bahwa angkot modern yang memilikifasilitas lengkap tidak masuk ke dalam konversi. Menurutnya, kehadiran angkot modern dapat mengurangi angkot di kota bogor.

Lebih lanjut, Usmar menginginkan adanya singkronisasi antara seluru stakeholder, regulasi, operator, pelaksananya dan infrastrukturnya yang ideal. Namun, kata dia, alangkah baiknya bilan konversi tetap dilakukan sesuai konsep awal, yakni tiga angkot menjadi satu bus sedang.

“Harusnya konversinya tiga menjadi satu, jangan tiga menjadi dua, dari angkot ke angkot modern. Utamakan konversi angkot ke bus sedang yang didahulukan ,” pungkasnya. (Fredy Kristianto)

S

SHARE

Tinggalkan Komentar