Anies Ajak DPRD Bahas Pelepasan Saham Bir

143
sumber gambar: https://img.jakpost.net

Rencana pelepasan saham Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta di PT Delta Djakarta (Anker Bir), Gubernur Anies Baswedan meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI jakarta bersama pihaknya duduk bersama membahanya.

Anies ingin pertemuan tersebut membahas mengenai rencana anggaran. Anies mengaku dalam surat yang ia kirimkan sudah tertulis permohonan unutk membahas rencana anggaran terlebih dahulu.

“Surat di situ terlampir rencana anggaran lalu ada pembahasan di komisi, didiskusikan, jadi suatu yang nomrla saja yang penting dimasukan ke dalam agenda pembahasan,” kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (12/3).

“Jadi jangan dibalik diskusi dulu baru agenda, justru surat itu kan meminta agar agenda, justru srat itu kan meminta agar dijadikan agenda lalu dibahas tidak tahu berapa keuntungan kita yang lepas,” ujar Gembong.

Sementara itu, Wakil ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengatakan pembahasan akan dilakukan pada Rabu (13/3) melaui rapat pimpinan.

Menurut penilaian Anies, seidaknya ada Rp1,2 triliun besaran nilai saham yang dimilki oleh DKI di PT Delta Djakarta. Saham ini disebut Anies lebih baik digunakan untuk pembangunan ketimbang diinvestasikan di PT Delta.

“Jadi ketika kita meletakkan uang Rp1,2 triliun di sebuah kegiatan usaha bir dimana unsur pembangunannya. Disitu tidak ada kegiatan pembangunannya,” jelass Anies.

Ia menekankan bahwa kinerja pemerintah bukan untuk menghasilkan keuntungan. Pemerintah, sedianya, kata Anies, harus bekerja menyeimbangkan antara kebutuhan dengan regulasi.

“Oemerintah itu tugasnya melakukan pembangunan. Dua yang dipakai tangannya, satu tangan badan usaha, satu tangan lembaga emerintah dinas,” tutup Anies.

Diketahui, sejumlah masyarakat demo lantaran DPRD DKI yang tak kunjung memberi respon terhadap rencana penjualan saham bir milik DKI. Beberapa fraksi di DPRD DKI Jakarta diketahui juga tegas mendukung pelepasan daham tersebut.

Mereka adalah Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat – PAN, dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 13 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar