Badan Geologi Tuntaskan Target Kegiatan Seismik 2017

1428
http://mapio.net

Badan Geologi Kementerian ESDM telah menuntaskan kegiatan
akuisisi seismik dua dimensi (2D) yang menjadi target pada 2017.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rida Mulyana
di Jakarta, Senin mengatakan pada 2017, pihaknya menargetkan kegiatan
akuisisi seismik 2D wilayah laut di tiga lokasi yakni Arafura, Selaru, dan
Pulau Buru.

“Kegiatan akuisisi seismik 2D itu telah tercapai 100 persen pada semester
pertama 2017 ini,” kata Rida Mulyana.

Menurut dia, pada 2017, ada 15 target kegiatan migas yang meliputi tiga
lokasi survei kemigasan, sembilan lokasi wilayah kerja (WK) migas, dan
tiga lokasi akuisisi seismik 2D.

Untuk survei kemigasan maupun rekomendasi WK migas, lanjutnya, sama-sama
telah mencapai sebesar 55 persen.

Sementara, sepanjang 2016, Badan Geologi telah merekomendasikan sembilan
WK migas dengan fokus di bagian timur Indonesia, yang sebagian besar di
daerah perintis (frontier).

Rida juga mengatakan untuk kegiatan nonmigas, ada 52 wilayah prospek panas
bumi, batubara, dan mineral yang menjadi target pada 2017.

“Kami udah menggarap 34 wilayah di antaranya atau telah mencapai 65
persen,” ujarnya.

Sedangkan, rekomendasi wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) batubara
telah mencapai 36 persen dari target 11 rekomendasi.

Rida menambahkan sampai semester pertama 2017, pihaknya telah melelang 250
titik pengeboran sumur bor untuk air bersih yang menjadi target sepanjang
2017.

“Target pengerjaannya hingga semester pertama sudah mencapai 47,8 persen,”
katanya.

Menurut dia, kendala di lapangan antara lain masih terbatasnya penyedia
pengeboran di Indonesia, risiko penemuan air bersih yang masih tinggi, dan
pembebasan lahan.

Terkait mitigasi kebencanaan geologi, menurut Rida, aplikasi
“multiplatform application for geohazard mitigation and assesment” (MAGMA)
telah masuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional dan diakui
dunia internasional.

“Dengan aplikasi ini mitigasi kebencanaan geologi dapat dideteksi sedini
mungkin, sehingga dapat dimanfaatkan untuk penerbangan, BMKG, dan
lainnya,”

SHARE

Tinggalkan Komentar