Bahu Membahu Bersihkan Pintu Air, Bendung Koja Dari Tumpukan Sampah

256
Sumber gambar : https://i2.wp.com/www.cendananews.com

Tumpukan sampah menjadi penghambat, akibatnya saat debitnya naik, air tak bisa mengalir kebagian hilir, sehingga meluap dan merendam pemukiman warga. Kami tak ingin pada musim hujan kali ini, banjir melanda, makannya kami (warga perbatasan-red) bahu membahu memberssihkan Bendung Koja dari tumpukan sampah, “Koja, dari tumpukan sampah,” kata Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman, kepada wartawan Rabu (14/11).

Indah 2, Desa Bojongkulur dan Villa Mahkota Pesona, yang berada di wilayah Kota Bekasi dann didukung sepenuhnya KP2C. “Karena untuk kepentingan bersama, kami menanggalkan semua identitas kewilayahan. Saat kerja bakti atau gotong royong, kami menjadi satu, untuk bersama-sama mencegah agar aliran kali Cikeas dan Cileungsi tak meluap,” ujarnya.

Purman menjelaskan, dari hasil gerakan bersih sampah menghasilkan sampah hingga ratusan ton dan sampah tersebut diangkut dengan menggunakan lima truk bantaun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten Bogor. “Sampai sore kemarin, tumpukan sampah sudah diatasi dan Alhamdulillah sampah yang didominasi bambu dan sampah rumah tangga lainnya tersebut sudah diangkut lima unit truk sampah bantuan Dinas Lingkngan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor,” katanya.

Zakaria, anggota TPBDes Bojongkulur menambahkan aksi bersih bagian dari upaya pencegahan banjir. Kenapa, karena bila musim hujan tiba, perumahan Villa Nusa Indah dan Villa Mahkota Pesona selalu merendam. “Aksi yang kami lakukan kemarin bukanlah yang pertama dan terakhir, tapi akan dilaukan secara berkala,” katanya.

Zakaria menjelaskan, ketika ketinggian di Bendung Koja mencapai 200 cm, dipastikan lima RW yang ada di Villa Nisa Indah 3 dan Villa Mahkota Pesona, Bekasi akan terendam dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 centi meter. “Pemberihan Bendungan Koja dari tumpukan sampah bagian kecil dari upaya kami (warga-red), agar aliran Kali Cikeas dan Cileungsi tak meluap,” tutupnya. (Mochamad Yusuf)

Sumber : Kora Jurnal Bogor, Edisi 15 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar