Bangun Terminal di Ciawi, Dishub Butuh Lahan Dua Hektar

260
sumber gambar: https://i.ytimg.com

RENCANA Bupati Ade Yasin, membangun terminal di wilayah Kecamatan Ciawi, direspon Dinas Perhubungan (Dishub).

Informasi yang di Jurnal Bogor, Dishub sudah membentuk tim yang tugasnya mencari lokasi tepat, untuk dijadikan terminal di Ciawi.

Pemilihan lokasi strategis menjadi syarat mutlak, agar fungsi terminal sebagai tempat menurunkan dan menaikan penumpang optimal.

“Tim sudah memberikan laporan hasil survey atau peninjauan lokasi. Ada beberapa titik yang dianggap strategis, untuk dibangun sebuah terminal,” kata Pelaksana tugas (Pit) Kepala Dinas Perhubungan, Supriyanto, kepada wartawan, Kamis (28/2). 

Lokasi yang di survey tim kata Supriyanto, selanjutnya akan dikaji tim teknis yang anggotanya terdiri dari, unsur Dinas Perhubungan, pakar transportasi serta tim ahli perencanaan wilayah. Luas arealnya pun tak boleh kurang dari dua hektar.

“Keterlibatan tim ahli itu penting, apalagi wilayah ciawi itu, dari sisi geografis berbatasan dengan Kota Bogor dan menjadi titik pertemuan kendaraan dari arah Cianjur serta Sukabumi. Intinya penentuan lokasi harus matang dengan mempertimbangkansemua aspek,” ujarnya.

Ketika kajian teknis hasil sudah keluar dan lokasi sudah ditetapkan, tahapan selanjutnya mengusulkan anggaran pembebasan lahan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), untuk dimasukan di APBD.

“Kalau keburu sih, kita akan upayakan masuk di APBD Perubahan 2019 ini. Namun, bila tidak masuk APBD 2020 mendatang, tapi bila lokasinya merupakan aset milik daerah, tentunya tak perlu ada pembebasan, bisa langsung ditetapkan, sehingga di APBD perubahan, kami hanya memasukan anggaran untuk pembuatan Detail Engineering Design (DED),” katanya.

Camat cawi bambang setiawan membenarkan, keberadaan terminal diwilayahnya merupakan kebutuhan mendesak. Apalagi Ciawi pintu gerbang Kabupaten Bogor dari wilayah selatan.

“Terminal Ciawi ini harus segera ditindaklanjuti, karena ciawi ini gerbang di wilayah selatan Kabupaten Bogor, yang ramai kunjungan wisatawan dari luar kota,” kata Bambang.

Bambang mengungkapkan, rencana pembangunan terminal bukanlah yang baru, sebab beberapa tahun lalu, rencana tersebut sudah di wacanakan, tapi entah kenapa belum ada tindak lanjutnya.

“Terserah nanti dibangun terminal type B atau C. Sebenarnya rencana pembangunan terminal ini sudah ada sejak era Pak Rachmat Yasin,” terangnya.

Bambang mengatakan, lokasi untuk pembangunan terminal sebenarnya sudah ada, titiknya di Desa Ciawi dengan luas areal 7.500 meter. “Luas areal 7.500 meter itu cukup, untuk membangun terminal tipe C, tapi kedepannya bisa saja dikembangkan menjadi tipe B, karena areal yang bisa dibebeskan masih ada. Itu semua tergantung kebijakan pemerintah daerah,” katanya. (Mochamad Yusuf)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 1 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar