Banyak Madrasah Tak Kantongi Izin

181
sumber gambar: https://2.bp.blogspot.com

Sebanyak 1.020 bangunan madrasah di Kabupaten Bogor rupanya tidak semua mengantongi legalitas. Hal itu menjadi penghambatan madrasah maupun pesantren menerima bantuan dari pemerintah. Tahun ini, Pemkab Bogor menganggarkan Rp500 juta khusus mengurusi legalitas madrasah maupun pesantren.

Hal itu diungkapkan Bupati Bogor, Ade Yasin saat hadir dalam kegiatan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (DPP PGMI) di Gedung Tegar Beriman, Sabtu (23/1). Program bantuan ini digagas lantaran dirinya kerap banjir keluhan terkait legalitas madrasah.

“Madrasah di Kabupaten Bogor ada banyak di atas seribu. Tapi banyak keluhan juga banyak legalitasnya belum diurus,” ungkapnya usai acara.

Program yang di-launching pada Maret mendatang ini sedikitnya menelan anggaran Rp500 juta. Para pengelola madrasah dan pesantren hanya diminta untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Sedangkan untuk biayanya gratis.

“Tahun ini kita luncurkan legalitas pesantren dulu. Selama lma tahun akan berjalan,” kata Politisi PPP itu.

Ditempat yang sama, Ketua PGMI Kbupaten Bogor, Agus Ridhallah mengatakan, kegitan berkumpulnya DPP PGMI di Gedung Tegar Beriman ini menjadi kesempatannya untuk memperjuangkan hak-hak guru madrasah Kabupaten Bogor.

Pasalnya, hingga kini masih ada sejumlah persoalan yang dialami oleh guru madrasah Bumi Tegar Beriman. Salah satunya mengenai kesejahteraan.

Persoalan itu bermula dari status kepegawaian guru madrasah yang mayoritas dari non-PNS. Dari sekitar 15 ribu guru madrasah di Kabupaten Bogor, hanya 10 persennya berstatus PNS. Maka, Agus berharap rencana inspassing atau persyaratan GBPNS (Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil) untuk 97 ribu guru madrasah tahun ini dapat terwujud.

Kegiatan bertajuk ‘Moderasi Keberagaman Guru Madrasah Mewujudkan Madrasah Hebat Bermatabat’ ini juga dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakin Saifudin. Lukman hadir memberikan sambutan di hadapan ratusan para guru madrasah Kabupaten Bogor. (fik/c)

Sumber: Koran Radar Bogor, edisi 5 Febrari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar