BI Tegaskan Saldo Uang Elektronik Tidak Gratis

982
sumber gambar : abadikini.com

Bank Indonesia menegaskan program penggratisan kartu uang
elektronik hanya untuk biaya kartunya saja, namun saldonya tetap harus
dibeli atau dibayar pengguna.

Direktur Elektronifikasi dan Inklusi Keuangan Departemen Pengawasan dan
Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pungky Purnomo Wibowo di Jakarta, Rabu
menjelaskan biaya kartu yang sebesar Rp20 ribu – Rp30 ribu akan ditanggung
oleh perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), namun saldo uang
elektroniknya tetap dibayar pengguna saat pengguna tersebut membeli kartu
uang elektronik.

“Misalnya, biaya kartunya ditanggung Rp10 ribu oleh bank Rp10 ribu oleh
BUJT. Kartunya harganya jadi nol. Masyarakat tetap harus beli saldonya,”
ujar dia.

Pungky juga mengklarifikasi mekanisme untuk mendapatkan kartu uang
elektronik itu, yakni sama saja dengan sebelumnya. Masyarakat yang akan
menggunakan jasa tol dapat membeli kartu uang elektronik tersebut dengan
hanya membayar saldonya, saat hendak memasuki pintu tol.

“Mendapatkannya adalah beli isi saldonya tersebut di pintu jalan tol jika
masyarakat bertransaksi di sana,” ujar dia.

Dia menegaskan tidak ada pembagian kartu uang elektronik gratis secara
massal.

Program penggratisan biaya kartu itu merupakan keberlanjutan program
diskon 50 persen biaya kartu pada 17 Agustus 2017-31 September 2017. Oleh
karena antusiasme masyarakat, kata Pungky, perbankan dan Badan Usaha Jalan
Tol (BUJT) memperpanjang dan memperbesar program diskon tersebut.

“Kalau dulu 17-31 September 2017 diskon 50 persen. Nanti sampai 31 Oktober
2017 diskonnya 100 persen. Jadinya biaya kartunya ditanggung,” ujar dia.

SHARE

Tinggalkan Komentar