Bima Klaim Angka Kemiskinan Terus Menurun

273
Sumber gambar : https://beritabojonegoro.com

Walikota Bogor Bima Arya langsung melakukan serangkaian agenda pertemuan, Jumat (19/10). Mulai dari menghadiri undangan kantor berita BBC hingga memberikan kuliah umum di Oxford University.

Dalam kunjungannya ke kantor berita BBC di New Broadcasting House, Ortland PI, Marylebone, London, Bima Arya diterima langsung oleh jurnalis senior BBC, Endang Nurdin. Selain diajak berkeliling melihat dapur redaksi kantor berita terbesar di dunia itu, Endang juga memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan sesi wawancara di studio.

Menurut Endang, undangan kepada Bima Arya ditunjukan juga untuk memperkenalkan BBC Indonesia. “Jadi, ketika ada pejabat publik Indonesia termasuk Wakil Presiden Indonesia kemarin, kita upayakan untuk bisa melakukan wawancara disini,” ungkapnya.

Maka pada kesempatan ini, Endang melakukan sesi wawancara terkait agenda Bima Arya yang akan memberikan kuliah umum tentang “The role of Evidence Based Policy in Proverty Alleviation in Bogor City” di Universitas Oxford.

Usai wawancara Bima Arya kemudian bertolak menuju Trinity Collage, Universitas Oxford. Disini Bima mempresentasikan program dan kebijakan pemerinta kota Bogor dalam penanggulangan kemiskinan.

Menurut Bima, tren angka kemiskinan di kota Bogor terus mengalami penurunan sejak 2013 dari 8,19 persen menjadi 7,11 persen di 2017. “Hal ini salah satunya didasari oleh peningkatan anggran untuk penanggulangan kemiskinan setiap tahunnya. Jika di 2014 angkanya  Rp 262 milliar, maka di 2017 meningkat menjadi Rp 450 milliar,” ungkap Bima.

Bima menjelaskan, program penanggulangan kemiskinan Kota Bogor yang dimaksud adalah peningkatan anggaran kesehatan bagi warga miskin diantaranya mendorong setiap warga Kota Bogor terdaftar BPJS Kesehatan.

“Membangun lebih banyak puskesmas untuk melayani warga, memberikan akses khusus bagi warga tidak mampu pada penerimaan peserta didik secara online, pemberian bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni, pemberian bantuan dana BOS bagi warga miskin, penyaluran bantuan beras bagi warga tidak mampu, dan penyaluran kredit usaha bagi UMKM. Dan tidak kalah penting adalah membangun ruang terbuka publik agar warga mempunyai ruang interaksi dan berolahraga,” bebernya. (Fredy Kritianto)

Sumber : Koran Jurna Bogor, Edisi 22 Oktober 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar