Bisakah Jalan Tol Indonesia Digratiskan Seperti Malaysia?

533
sumber gambar: https://www.truckmagz.com

Langkah pemerintah Koalisi untuk segera menggratiskan Tarif jalan tol memunculkan pertanyaan dari masyarakat kebijakan serupa diterapkan di indonesia?


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyapaikan penjelasannya.

Menurutnya, jalan tol di Indonesia belum memungkinkan untuk digratiskan. Alasannya, pembangunan jalan tol oleh BUMN di tanah Air tak bisa lepas dari perjanjian investasi, konsensi, pinjaman, dan hitungan ekonomis dibaliknya.

“kita tetep sebagai investor. Jalan tol juga banyak dibangun swasta, Astra punya, Malaysia juga punya di Indonesia. Mereka nggak bisa bebasin mereka bangun jalan tol dengan pinjaman Otimatis kita harus membayar pinjaman itu kembali,” Kata Rini Usai Menghadiri rapat terbatas di kantor Presiden, Selasa (26/2).

Soal kemungkinan ke kearah penggratisan jalan tol, Rini mengatakan bahwa kewenangan itu sepenuhnya ada di kementerian PUPR selaku pengeolah. Sedangkan Kementrian BUMN, ujar dia, bertanggung jawab sebagai investor dan kaitannya sebagai pembangun proyek.

“Karena kami tanggung jawabnya sebagai investor, kami dapat konsesi, kami membanguntol sesuai dengan perjanjian, toll fee berapa, dengan demikian costnya berapa dan itu tiap tahun direview,” kata Rini.

Bila Konsesi habis, kata Rini, pemerintahan melalui kementerian PUPR memiliki hitung-hitungan sendiri apakah tol dimungkinkan untuk digratiskan atau dilanjutkan konsesinya. Secara gamblang, Rini menegaskan bahwa jalan tol tidak bisa digratiskan bila dilihat dari sisi BUMN. BUMN berkepentingan untuk melakukan investasi dan membangun.

“Dari hitungannya, jadi umpamanya PUPR merasa dari investasinya bisa turun ya kita Ikutin, gitu Iho, bukan dari kita sendiri,”katanya.

Pertanyaan soal to gratis itu muncul setelah publik mendengar bahwa pemerintahan malaysia berniat merealisasikan tol gratis. pemerintah setempat mulai pembicaraan dengan Gamuda Berhad Untuk menegosiasikan akuisisi Konsesi jalan.  (Arie Chandra)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 27 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar