Blokade R3 Dibuka Paksa, Kuasa Hukum pemilik Lahan Minta Pemkot Bertindak

291
sumber gambar: http://disk.mediaindonesia.com

Belum tuntasnya pembayaran lahan seluas 1.987 meterpersegi milik HJ Siti Hodijdah yang terdampak pembangunan jalan Regional Ring Road (R3) di kelurahan ketulampa, Kecamatan Bogor Timur, membuat pemerintah kota pamkor bogor tak kunjung membuka blokade jalur tersebut.

Berlarut-larutnya blogkade jalan R3 membuat pengendara geram, Walhasil, mereka pun membuka paksa blogkade agar kendara roda dua dapat melewati jalur tersebut.

Berdasarkan pantauan lapangan pembukan paksa tersebut dilakukan dengan cara merubuhkan beton berrier dan water berrier, sehingga kendaraan roda dua bisa melintas, selain itupun, terlihat sejumlah anak – anak membantu kendaraan roda dua yang melintas dari dua arah.

Kepala Wartawan, salah seorang pengendara, Erwan Riswanto mengaku senang lantaran jalan R3 dengan kembali dilewati sepeda motor. “jadi engga perlu muter ke bantar kampang. waktu tempuh jadi lebih sedikit,” ujarnya, kamis (28/2). 

Kendati demikian, ia tetap meminta pamkot bogor segera membuka blokade jalan R3. “Terus terang kami sangat berharap jalan ini segera dibuka seperti sedia kala,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum memiliki lahan, Herli Hermawan mengakataan bahwa dalam khasus penutupan jalan R3 oleh pamkot bogor merupakan sebuah konsekuosi yaridis yang harus ditaati pemerintah dalam akta van dadding (perdamaian).

“Dengan demikian, pemkot juga berkewajiban menjaga agar penutupnya itu tetep berfungsi. jika ada pembirakan dari pemerintah, berarti sudah tidak taat dan patuh terhadap putusan pengadilan melalui akta van dadding,” ungkap Herli.

Menurut dia, pamkot harus dapat meyakinkan agar pelaksanaan akta van dadding itu berjalan. “Ketika berikade itu dibuka paksa oleh warga dan adanya pembiaran, artinya pamkot telah gagal menjalani pemerintah putusan pengadilan yang tertuang dalam akta van dadding,” jelasnya.

Dalam kesempatan berbeda, kepala bidang lalu lintas pada Dishub kota Bogor, Theo patrinco fresitas mengaku belum mengetahui terkait adanya pembukaan paksa blokade jalan R3. “Belum tahu kalau jalan R3 dibuka.” katanya. 

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pencegahan ke lokasi dengan berkoordinasi bersama dinas pekerjaaan Umum dan penataan ruang (PUPR) dan polresta Bogor kota. “Karena ranahnya ada di PUPR, kami akan segera berkordinasi,” imbunnya. 

Ia menegaskan bahwa apabila water berrier memang telah merusak, maka pelakunya harus tindak tegas. “Ya harus di tindak tegas apabila memang ada pengrusakan,” pungkasnya. (Fredy Kriatianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 1 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar