BMS Bentuk Usaha Ekonomi Produktif

276
sumber gambar: https://fakta.news/

Karang Taruna Bunar (BMS) membentuk Usaha Ekonomi Ptoduktif (UEP) di Kampung Bunar, RT 02 RW 05, Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg patut diacungi jempol. Pasalnya Karang Taruna BMS yang baru seumur jagung sudah mampu menciptakan UEP. Ketua Karang Taruna BMS Iwan Setiawan menuturkan, program yang belum lama dibentuk ini merupakan kegiatan pembinaan kepada para anggotanya dengan menciptakan UEP. 

“Kami berharap dengan terwujudnya organisasi karang taruna kedepannya bisa lebih berkembang dan mandiri. Dengan mempunyai mental untuk menumbuhkan kewirausahaan tanpa harus melepaskan semangat sosial” kata Iwan kepada Jurnal Bogor, Minggu (3/1)

Iwan menuturkan, melalui pembinaan UEP diharapkan bisa maju serta mengedukasi produk-produk usaha yang dihasilkan. pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan pihak Kecamatan Cigudeg karena kegiatan ini untuk memotivasi guna membangun usaha bersama,” imbuhannya.

“Tak hanya itu, pemanfaatan barang bekas sejenis lampu LED yang sudah tidak berfungsi, disulap bisa kembali dan dimanfaatkan sebagai penerangan jalan yang disumbangkan di tempat peribadahan,” ucapnya lagi.

“Pemgembangan usaha yang diciptakan antara lain pembuatan keripik dari biji durian, makroni pedas, risolis krispy, seblak kering (sebring). meski cara pengerjaannya dengan alat sederhana dan masi manual tetapi dari tingkat pemasarannya cukup signifikan. Penjualan dengan cara door to door ke setiap warung, Alhamdulillah tingkat pemasarannya mengalami kemajuan dari sebelumnya, meski adanya kendala dari permodalan yang kurang maksimal,” tambah Bendahara BMS, Reni Febriani.

Terpisah, Kepala Dinas Bunar Rudi Yusup mengapresiasi langkah awal terbentuknya organisasi karang taruna yang digagas masyarakatnya. “Tentunya dengan keinginan yang tinggi dan semangat sosial sehingga seiring berjalannya waktu bisa menciptakan ide-ide maupun inovasi baru,” imbuhan Rudi.

Jadi kata dia, untuk mensupport para pengrajin UEP merupakan amanat undang-undang. “Untuk itu kedepannya bisa didorong berupa penyertaan modal dan bernaung dibwah BumDes,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cigudeg, Opik meminta pihak Dinas UMKM dan PD Pasar Cigudeg agar merespon dam memfasilitasi tempat untuk pemasaran. Karena dengan adanya lahan atau kios sehingga hasil karya para pengrajin tersebut bisa diakokomodir dan dipasarkan.

Oleh karena itu, kata Opik sebanyak 15 Desa se Kecamatan Cigudeg para pengrajin tersebut sebagian sudah berjalan, rata-rata mereka bergerak di bidang UMKM,” tutupnya. (JB-CR 4)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 4 Februari 2019



SHARE

Tinggalkan Komentar