BNPB: Ribuan Pengungsi Gunung Agung di Izinkan Pulang

768
tirto.id

Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan
Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ribuan pengungsi Gunung Agung di
Bali diizinkan pulang ke rumah masing-masing seiring menurunnya aktivitas
gunung berapi tersebut.

“Status Gunung Agung (Minggu, 29/10 malam) telah diturunkan ke level
siaga. Kegempaan, deformasi, asap solfatara-nya terus menurun. Ribuan
pengungsi akan pulang,” kata Sutopo dalam kutipan resmi akun Twitternya
yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Lewat akunnya itu juga, Sutopo mengunggah panorama Gunung Agung saat Senin
pagi berikut komentarnya yang menurut dia sangat indah meski masih
mengalami aktivitas seismik.

“Gunung Agung Level III Siaga, pagi ini (30 Oktober 2017) sangat cantik.
Semua data aktivitas seismik gunung terus turun. Bali aman,” kata dia.

Pada Minggu (29/10) malam, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
(PVMBG) menyatakan Gunung Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level
III (Siaga) berdasarkan hasil analisis data visual dan kegempaan serta
mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya.

Atas dasar itu, Sutopo mengatakan sebagian besar pengungsi Gunung Agung
berjumlah 133.457 jiwa yang tersebar di 385 titik sudah boleh pulang.
Pengungsi itu sebagian berasal dari desa/dusun yang berada di luar radius
6-7,5 kilometer dari pusat kawah gunung.

BNPB, kata dia, telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten/Kota di Bali untuk
pemulangan pengungsi. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan
terkait jumlah pengungsi dari desa/dusun yang pulang secara
berangsur-angsur.

“BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, NGO dan masyarakat telah
menyediakan kendaraan yang ditempatkan di pos pengungsian untuk mengangkut
pengungsi pulang. Sebagian pengungsi pulang menggunakan kendaraan sendiri
atau dibantu pihak lain,” kata dia.

Kendati status Gunung Agung telah turun, Sutopo mengatakan keadaan darurat
penanganan pengungsi yang ditetapkan Gubernur Bali tetap berlaku, yaitu
pada 27/10/2017 hingga 9/11/2017. Penyataan keadaan darurat diperlukan
sebagai dasar dalam kemudahan akses penanganan pengungsi.

“Masyarakat di sekitar Gunung Agung diimbau tetap tenang dan meningkatkan
kewaspadaannya dan jangan terpancing pada berita-berita yang diragukan
kebenarannya,” kata dia.

SHARE

Tinggalkan Komentar