Bogor Persembahkan Keberagaman Untuk Indonesia

153
sumber gambar: https://mediabogor.com

Walikota Bogor Bima Arya menyebut pesta budaya Bogor Street Festival 2019 yang jadi puncak perayaan Cap Go Meh di Jalan Suryakancana, kota Bogor, Selasa (19/2), sebagai ajang pemersatu bangsa di tengah keberagaman.

“Bogor Street Festival bukan hanya peristiwa budaya, Ini persembahan dari Bogor untuk Indonesia, ajang pemersatu bangsa melalui budaya,” kata Bima, dalam sambutannya.

Bima menuturkan, hal ini merupakan momentum untuk bersama-sama menjaga komitmen untuk saling menghormati dan menghargai. Cap Go Meh sendiri dihadiri 6 perwakilan tokoh agama yang masing-masing mewakili agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam agenda tahunan di kota Hujan itu, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kapolda Jawa Barat Agung Budi Maryoto, Wali Kota Bogor Bima Arya Sigiarto, Perwakilan Kedutaan Besar, serta beberapa Pejabat lainnya.

Sementara itu, ketua pelaksana Cap Go Meh Arifin Himawan menjelaskan, event ini merupakan penegasan atas nilai persatuan bangsa yang selalu di jaga oleh warga kota Bogor. Arifin menegaskan, kota Bogor secara konsisten ingin memperlihatkan semangat toleransi dan pluralisme yang selalu dipelihara sebagai bagian dari masyarakat besar di Indonesia.

“Ini menjadi bukti bahwa semangat pluralisme, nilai toleransi dan kekayaan budaya yang diperlihatkan kota Bogor sangat efektif mempersatukan warga. Ini juga sebuah fakta betapa masyarakat kita sangat dewasa, menjaga kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Sementara Bogor Street Festival 2019 berlangsung meriah. Ribuan warga kota Bogor memadati kawasan Jalan Suryakancana. puluhan kesenian khas dari berbagai daerah dipertunjukan di hadapan warga dan tamu undangan yang hadir. Selain atraksi barongsai, satu diantara kesenian daerah Wayang Landung Khas Ciamis. Kehadiran wayang landung  pun sangat menghibur penonton. Wayang tersebut memiliki tinggi lebih dari dua meter. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 20 Februari 2019

Asep Saepudin Sayyev|*

SHARE

Tinggalkan Komentar