Bolehkah Penderita Asam Urat Pijat?

346
sumber gambar:https://faktualnews.co

Asam urat merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan tubuh. Dalam medis, penyakit asam urat dikenal dengan istilah gout artritis. Asam urat itu sendiri sebenarnya merupakan hasil akhir dari metabolisme zat yang bernama purin.

Dengan kata lain, peningkatan kadar asam urat di dalam tubh bisa saja dipengaruhi asupan makanan yang tinggi purin.

Selain itu, proses pengeluaran asam urat melalui ginjal dan urine yang mengalami hambatan juga turut memainkan peran pada tingginya kadar zat tersebut.

Seseorang yang mengalami asam urat akan merasakan gejala, seperti nyeri hebat, bengkak, dan kekakun pada sendi. Kesemua keluuhan tersebut tentu dapat mengganggu aktivitas hidup. Karenanya, orang-orang yang mengalami penyakit asam urat sering mencari pertolongan, salah satunya dengan melakukan pijat refleksi. Ini karena metode tersebut dituding mampu mengendalikan mengatasi penyakit asam urat.

Pijat merupakan terapi tradisional yang dinilai dapat mendatangkan berbagai manfaat untuk membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Ini karena terapi tradisional tersebut diyakini dapat melancarkan peredaran darah di dalam tubuh, sehingga turut memperbaiki gejala dari suatu penyakit.

Terkait efek pijat untuk penyakit asam urat, penelitian di The Touch Research Institute University of Miami menyebut bahwa partisipan studi dengan penyakit tersebut yang mendapatkan pemijatan di area pergelangan tangan merasakan keluhan nyeri sendi yang berkurang.

Senada dengan itu, penelitian yang menggunakan metode pijat Swedia pada 68 orang dewasa dengan radang sendi lutut (osteoartritis) mendapatkan hasil bahwa peserta studi mengalami penurunan frekuensi nyeri dan peningkatan fungsi sendi lutut setelah dipijat.

Kendati begitu, tak ada satupun dari studi tersebut yang dapat dijadikan sebagai acuan. Ini artinya, pijat konvensional maupun pijat reflekis masih belum terbukti dapat membantu mengatasi penyakit asam urat.

Karena pada dasarnya, pijat hanyalah terapi tambahan lantaran hanya mampu mengendalikan gejala ntuk sementara waktu, namun tidak benarbenar mampu mengatasi proses peradangan yang terjadi akiat asam urat tinggi.

Hingga kini, terapi utama untuk penyakit asam urat adalah dengan obat-obatan dari dokter. Selain itu, penderita asam urat juga diwajibkan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, dengan namun air putih 2 liter perhari, hindari konsumsi alkohol dan minuman dengan pemanis fruktosa, batasi konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi.

Beberapa makanan yang dimaksud, misalnya daging merah, jeroan, kerang, dan udang, lakukan lahraga sebanyak 3 hingga 5 kali perminggu, dengan durasi selama 30-60 menit dan kontrol berat badan agar tetap berada di rentang ideal.

Jadi, meski tak mampu mengatasi penyakit asam urat, yang mengalami penyakit tersebut tetap diperbehkan melakukan pijat refleksi untuk mengendalikan gejala. Jangan lupa untuk mematikan bahwa terapis yang menangani sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat.

Namun, sebelum benar-benar melakukan pijat, akan lebih baik bila ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyakit asam urat yang sedang dialami. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 25 Maret 2019 

SHARE

Tinggalkan Komentar