Buku Nikah Diganti Jadi Kartu

388
Sumber gambar : https://akcdn.detik.net.id

Buku nikah resm diganti kartu nikah seteah Kemnetrian Agama meluncurkan kartu nikah pada 8 November 2018, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuffin mengatakan, kartu nikah dibuat agar dokumen adminitrasi pernikahan bisa lebih simpel disimpan, jika dibandingkan buku nikah yang tebal. “Kami ingin lebih simpel seperti KTP atau ATM yang lain, jadi itu bisa dimasukkan ke dalam saku bisa disimpan di dalam dompet,” kata Lukman, Minggu (11/11).

Lukman mengatakan, kartu nikah itu juga dapat memudahkan mayarakat jika ingin mendaftarkan sesuatu yang diperlukan dalam catatan pernikahan. Menurut dia, model kartu nikah bisa dibawa kemana-mana dibanding buku nikah. “Bisa memudahan, ketika kita harus meregistrasi atau memerlukan catatan apakah kita sudah nikah atau belum dan eterusnya dan seterusnya, karena bisa dibawa kemana-mana,” ujar Lukman.

Kementerian Agama menargetkan satu juta kartu nikah bisa disebarkan untuk paangan yang baru menikah pada tahun 2018. Untuk pasangan yang sudah menikah, suplai kartu nikah dilakukan bertahap. Mengenal perubahan ini, jga disampaikan melalui akun resmi Twitter Kementrian Agama, @Kemenag_RI, pada 8 November 2018.

Peluncuran itu ditandai dengan beroperasinya Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) berbasis web dan kartu nikah. Disebutkan, simkah berbasis web merupakan direktori data nikah yang terintegrasi dengan aplikasi Sistem Informasi Admnitrasi Kependudukan (SIAK) Kementrian Dalam Negeri, dan Sistem Informasi PNPB Online (SIMPONI) Kementrian Keuangan. Aplikasi SIMKAH Web bisa diunduh di http:/www.simkah.kemenag.go.id

Dirjen Binmas Islam, Muhammadiyah Amin juga menjelakan, kartu nikah akan dimulai diterbitkan pada akhir November 2018. Sementara itu, bagi mereka yang menikah akan mendapat buku serta kartu nikah. “Kartu nikah berisi tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah,” kata Amin, Minggu (11/11).

Dalam kartu nikah tersebut, akan ada kode QR yang terhubung dengan aplikasi Simkah (Sisten Informasi Manajmen Nikah). Simkah Web ini digunakan untuk meminimalisir pemalsuan buku nikah.

“Buku Nikah dan Kartu Nikah yang akan diberikan kepada pasangan nikah diberi kode QR yang dapat dibaca dengan menggunkaan barcode/QR scanner yang tersambung dengan aplikasi simkah untuk mengatasi maraknya pemalsuan buku nikah,” jelas Amin.

Amin menjelaskan, penerbitan kartu nikah akan dimulai di kota-kota besar seperti Jakarta. Nantinya, kartu nikah benar-benar menggantikan peran buku nikah yang akan ‘pendiun’ pada 20120. “Kita rencanakan 2010 buku nikah sudah tidak dipakai,” tutur Amin. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber : Koran Jurnal Edisi, 12 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar