Buruh: May Day Kunci Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

1026
Para Buruh yang Sedang Melakukan Aksi May Day (google images)

Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia mengharapkan peringatan May Day (1 Mei) tahun ini menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan buruh.

Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa, mengatakan, selama ini memang ada permasalahan yang dihadapi kalangan buruh maupun keluarganya, yakni soal minimnya keterampilan.

“Dalam rangka May Day, kami berusaha meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” katanya.

Sehingga, kata Timboel, melalui pelatihan keterampilan membuat kue ini, para buruh dan keluarganya bisa lebih sejahtera. Inilah yang selama ini cenderung terabaikan

Menurut dia, dengan adanya momentum 1 Mei 2017, pihaknya bersama serikat pekerja lainnya, dan pemerintah serta pengusaha, mendorong dilaksanakannya sebuah pelatihan yang bisa meningkatkan kemampuan pekerja maaupun keluarganya.

“Dengan keterampilan, kita harapkan mereka nanti bisa berusaha di luar untuk menambah `income` buat memenuhi dan meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.

Disamping itu, lanjut Timboel, melalui keterampilan ini diharapkan, para istri buruh maupun buruh wanita memiliki jiwa kemandirian.

Jadi, apabila suatu saat mereka menghadapi masalah PHK, maka mereka tidak menghadapi kesulitan lagi untuk mendapatkan `income` bagi keluarganya.

Selain pelatihan, pihaknya juga mendorong, agar ada permodalan yang bisa diberikan kepada buruh, agar keterampilan yang sudah didapat, tidak terbengkalai. Misalnya KUR yang bunganya hanya 7 persen agar bisa membantu mereka yang ingin berusaha.

“Kita juga mendorong pasar agar hasil produksinya bisa terjual dengan baik. Kita berharap, ada mekanisme yang mendorong makanan yang dihasilkan bisa terjual,” ungkapnya

Dalam hal ini, kata dia, peningkatan kesejahteraan buruh dan keluarganya menjadi kata kunci peringatan May Say tahun ini.

“Kita juga ingin agar pelatihan ini sebagai salah satu hubungan industrial yang selama ini terlupakan oleh kita semua,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Haiyani Rumondang mengatakan penetapan May Day sebagai hari libur nasional, hendaknya dimanfaatkan oleh kalangan buruh untuk melaksanakan kegiatan yang positif dan bisa memiliki nilai tambah.

“Disamping untuk berkumpul dengan keluarga, teman, atau sahabat, di hari libur May Day bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat,” kata Haiyani.  (Antara)

SHARE

Tinggalkan Komentar