Cisadane Meluap, Pengamat Sarankan PURP Periksa Jembatan

265
Sumber gambar : https://img.beritasatu.com

Hujan deras Minggu (11/11) sore yang mengguyur wilayah Bogor mengakibatkan Tembok Penahanan Tebing (TPT) yang berlokasi di areal pemakaman umum di jalan Kosasih RT 05/12, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, abruk, lantaran bagian pondasinya digerus aliran air, akibatnya tiga makam yang berdekatan dengan lokasi TPT pun terbawa arus air.

“TPT itu ambruk, akibat derasnya aliran air. Alhamdulillah, jenazah yang masih terbungkus kain kafan berhasil dievakuasi petugas di bantu warga, sedangkan dua jenazah lainnya sampai sore (kemarin-red) masih dilakukan pencarian, kalau tidak ketemu, karena hari sudah terlanjyr malam, kemungkinan dilanjutkan besok (hari ini-red)” kata Sumardi, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bogor, Selatan, kepada jUrna Bogor.

Dari tiga jenazah yang diketahui bernama Giri, yang keluarganya tinggal di RT 02/12, kata Sumardi langsung dibawa kerumah keluarganya, untuk dikembumikan lagi, “Rencananya akan dimakamkan lagibesok di lokasi yang sama,” katanya.

Dua jenazah yang belum berhasil dievakuasi, kata Sumardi, kemungkinan tertimbun material TPT yang amburk, “Setelah hujan reda, kondisi di lokasi terkendali, warga pun sejak kejadian sampai malam meningkatkan kewaspadaan, unutk mengantisipasi hal tak diinginkan,” katanya.

Sementara hujan deras dengan intensitas tinggi yang belakangan ini melanda Kota Bogor juga berdampak pada meluapnya Sungai Cisadane. Bahkan pada sabtu (10/11), debit air sungai terebt mencapai ketinggian 175 cm, dan menyebabkan tiang penyangga milik PLN erta Tekom di jembatan Sarijan, Kecamatan Bogor Barat, terancam ambruk.

Selain itu, sebanyak lima rumah yang berlokasi di panaragan Pojok, RT 03/RW 07, Keluarahan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat, terendam banjir dengan setinggi 30 cm. Beruntung, peristiwa tersebut tak memakan korban jiwa.

Ketua Forum Pemerhati Jasa Kontruksi dan Pembangunan (FPJKP), Thoriq Nasution mengatakan, meski struktur Jembatan Sarijan dan utilitas PLN serta Telkom adalah hal yag berbeda, namun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Runag (PURP) harus segera melakukan pemerikasaan berkala terhadap struktur jembatan tersebut.

“Jembatan lain pun harus diperiksa. Pemeriksaan atau perbaikan harus dilakukan untuk bagian pondasi atau poor penyangga jembatan. Sebab, sejauh ini sudah ada yang terkelupas pada beberapa bagian.” ujar Thoriq kepda wartawan, Minggu (11/11).

Thoriq menilai, dampak terhadap hantaman besi-besi penyangga utilitas tersebut dikhawatirkan dapat merusak struktur jembatan. “Memang untuk saat ini kondisi jembatan, sayap, poor, juga dindingnya belum dapat dilihat tingkat kerusakannya. Nanti kalau air sudah normal baru dapat diteliti,” tutur dia.

Lebih lanjut, kata dia, sebenarnya utilitas tersebut sudah terlihat kerusakannya pada beberapa bulan sebelumnya. Namun, belum ada tindakan nyata dari pihak-pihak terkait. “Dari sebelum kejadian, memang sudah terlihat bila kondisinya kurang baik,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Tim Rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Kristian mengatakan, perstiwa banjirnya kampung Panaragan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat hujan deras. “Lima rumah yang terkena banjir itu milik dua kepala keluarga. Yakni. kediaman Rahmat yang diisi 13 jiwa dan Wawawt Sudiwati yang dihuni empat jiwa,” paparnya. (Handy Mehonk dan Fredy Kristianto)

Sumber: Kuran Jurnal Bogor, 12 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar