Citra Negatif yang Sering Dipersepsikan Pada Generasi Milenial, Apa iya?

536
Sumber gambar : http://cdn.gogirlmagz.com

Kalian pasti termasuk generasi jaman now nih sepertinya. Generasi milenial masih menjadi generasi yang paling seru dibahas lantaran memiliki karakter unik dan berbeda, bener gak tuh? Tapi sayangnya generasi milenial kerap kali dicap sebagai generasi yang sulit dimengerti. Kalau persepsi ini betul gak?

Imbasnya, muncul citra negatif yang sering dilekatkan pada mereka. Berikut lima hal negatif yang sering dipersepsikan pada generasi milenial.

Manja dan ‘bergantung’ pada Orang Tua

Generasi milenial kerap disangka manja dan masih bergantung pada orang tua. Hal ini berdasarkan data jumlah generasi milenial yang masih tinggal dengan orang tua makin meningkat. Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010 dan survei penduduk antar survei tahun 2015 yang dilakukan BPS, persentase penduduk usia 25-39 yang tinggal dengan orang tua naik dari 17,9 persen menjadi 22,2 persen.

Me Generation

Lahir di zaman yang sudah modern dengan teknologi membuat generasi milenial sudah terbiasa menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari baik untuk bekerja atau sekadar untuk menikmati waktu luangnya. Kehadiran teknologi dalam kehidupan milenial membuat generasi ini sering disebut-sebut memiliki dunianya sendiri dan tidak terlalu peduli dengan orang lain. Misalnya, mereka tetap percaya diri bersolek di depan kamera untuk ber-selfie ria atau membuat sebuah video di manapun mereka berada.

Hobi Pindah-pindah Pekerjaan

Persepsi lain yang rasanya diyakini banyak orang terhadap generasi yang lahir pada awal tahun 1980-an hingga akhir tahun 1990an ini adalah gampang bosan, suka hura-hura, dan suka berpindah pekerjaan. Hal ini berbeda dengan generasi pendahulunya yang bisa berpuluh-puluh tahun bekerja di bidang dan perusahaan yang sama.

Lebih Suka ‘Single’ Lama daripada Segera Berkeluarga

Salah satu stigma lain yang lekat dengan generasi milenial adalah kurang tertarik untuk buru-buru membangun keluarga. Jika dulu usia 20-an sudah dianggap ‘tua’ bila belum memiliki pasangan hidup, sekarang lajang di usia 30-an pun tidak jadi masalah. Berdasarkan penelitian PEW Research yang dilakukan di Amerika Serikat tahun 2014, menunjukkan bahwa generasi millenial di negeri tersebut tidak lagi menganggap pernikahan sebagai hal yang terlalu penting. Hanya 26% milenial yang menikah, sementara sisanya mengatakan mereka ingin menikah tetapi masih mengutamakan pekerjaan dan finansial yang kuat sebelum berumah tangga.

Tingkat Konsumtif Tinggi

You only live once (YOLO) menjadi slogan yang melekat dengan generasi milenial yang besar di era digital. Belanja, traveling, sampai budaya minum kopi premium seringkali dikaitkan dengan kebahagiaan instan kaum milenial agar mendapatkan keseimbangan hidup. Inilah alasan mengapa milenial cenderung impulsif.

Demi mendapatkan kebahagiaan dan keseimbangan hidup, mereka rela mengeluarkan uang demi sekadar hobi yang mereka sukai. Lima hal ini sering dikaitkan dengan milenial. Terlepas ini mitos atau fakta, generasi milenial juga punya sisi positif.

Terbukti bahwa generasi milenial ternyata juga punya karakter yang diturunkan oleh generasi sebelumnya: generasi Baby Boomers dan generasi X yang memprioritaskan kebahagian keluarga. Dalam penelitian Pew Study, 84% dari usia 18-29 tahun saat ini, merasa bertanggung jawab atas masa senja orang tuanya sehingga menjadi salah satu alasan juga di balik kebiasaan generasi milenial menjadi kutu loncat yang hobi pindah-pindah pekerjaan demi mendapatkan pendapatan lebih, agar bisa memenuhi kebutuhan pribadi dan juga keluarganya.

UOB memahami setiap generasi milenial dan generasi lainnya yang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dengan segala keunikannya. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, UOB memberikan solusi finansial yang tepat untuk berbagai generasi. UOB, Right By Every Generation.

Jadi gaes, tidak semua garis generasi milenial mempunyai citra yang bisa dibilang bukan negatif namun itu hanya pilihan. Masih banyak kok generasi milenial yang berprestasi, yang membanggakan nama Negara ditambahkan lagi pengusaha-pengusaha muda yang sukses dan tidak kalah keren.

SHARE

Tinggalkan Komentar