DBD Serang Kampung Bojonghilir

291
Sumber gambar : https://i1.wp.com/garut-express.com

Sudah hampir dua pekan puluhan warga Kampung Bojonghilir RT 01 RW 09, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun hingga saat ini kejadian itu belum direspon pemerintah setempat termasuk dari Puskesmas Kemang. Padahal serangan DBD itu membahayakan nyawa.

“Sudah hampir dua minggu, saya sudah bicara sama Kepala Desa Bojong. Namun tak direspon. Korban sudah mencapai 35 orang, yang dirawat 15 orang di RSAuri dan RS Sentosa,” kata Ketua RW 09. Anda Bin Suhandi kepada Jurnal Bogor.

Ia sudah beberapa kali mengajukan untuk dilakukan fogging namun sampai saat ini tidak ada juga tindakan dari Dinas Kesehatan atau pemerintah setempat. “Hingga akhirnya kami patungan buat beli alat fogging untuk melakukan fogging sendiri karena warga masyarakat disini khawatir,” kata Anda.

Dia mengatakan untuk korban jiwa tidak ada. Tapi warga masyarakat meminta agar kampungnya tersebut segera dilakukan fogging dari Dina Kesehatan. “Terus terang warga sangat khawatir. Jangan sampai ada korban jiwa gara-gara DBD,” ucap Anda menegaskan.

Tokoh masyarakat Desa Bojong. Yusup Hanapi mengatakan, semula virus DBD mewabah di RW 09. Dalam sehari belasan orang terserang DBD. Kemudian enyebar ke RW 10. Bahkan kini sudah menjalae hingga ke RW 12, Kampung Sety. Menurut tokoh Pemuda Kampung Bojonghilir, Cemong, sebelumnya tidak pernah terjadi penyebaran virus DBD di kampungnya dalam skala besar.

“Peristiwa kali ini terbilang sebagai KLB bagi warga setempat, bahkan se-Desa Bojong,” ujar Cemong.

Tokoh masyarakat Kampungsetu RW 12, Ustadz Wahyu juga mengungkapkan, bersamaan dengan merebaknya KLB DBD di Kampung Bojonghilir RW 09 dan 10, virus serupa juga merebak di kampungnya. “Anak saya terserang DBD dan dilarikan ke klinik Medika Kemang sejak hari sabtu pagi,” ujar Ustadz Wahyu.

Virus DBD juga menyerang Kampung Sawah RW 6, Minggu (18/11). Ayong, warga setempat mengatakan, cucunya terserang wabah DBD dan dilarikan ke Klinik Medika Kemang. DBD di Desa Bojong pun mendapatkan perhatian khusus dari Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bogor, Ahmad Fahir. Pada Sabtu (17/11) dan Minggu (18/11)ia menjenguk para korban DBD yang dirawat di Klinik Medika Kemang.

Ahmad Fahir yang juga warga Bojong mengaku sangat prihatin dengan KLB DBD yang menimpa warga desanya. Ia berharap semua kprban segera pulih dan para pihak terkait melakukan tindakan darurat yang diperlukan untuk membebaskan Desa BOjong dari ancaman KLB DBD pada masa mendatang. “KLB ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari instansi terkait. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor kami harap tanggap terhadap peristiwa ini.” tegas Fahir

Ifah selaku korban DBD di Kampung Bojonghilir menyampaikan, harapannya agar kejadian ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Semoga masalah penyebaran wabah DBD di Kampung Bojonghilir ini bisa segera ditanggulangi, sehingga kedepan kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Ifah.

Warga Kampung Bojonghilir, RW 09, Ahmadi, menambahkan, para korban KLB DBD di wilayah tersebut umumnya warga ekonomi lemah dengan profesi buruhtani dan kerja serabutan. Selain itu, mereka umumnya belum memiliki BPJS, sehingga sangat kesulitan untuk menutupi biaya pengobatan. “Kami berharap pemerintah daerah memberikan kemudahan akses untuk pembuatan BPJS KIS untuk masyarakat kurang mampu di Kampung Bojonghilir,” harap Ahmadi.

Sebagai upaya meminimalisir penyebaran virus DBD, pada Minggu (18/11), Ahmad Fahir selaku pimpnan Yayasan At-Tawassuth dan Koordinator Gerakan Desa Hejo, bekerja sama dengan tokoh dan warga Kampung Bojonghilir RW 09 dan 10 melakukan gotong royong dengan bersih-bersih sampah di jalan-jalan perkampungan. Selain itu dilakukan penanaman ratusan bibit pohon di jalan penghubung Kampung Bojonghilir, RW 09 dan Kampung Bojonglebak, RW 08, Desa Bojong.

Sementara pihak Desa Bojong melalui Sekdesnya Wahyu saat dikonfirmasi lewat sambungan teleponnya tidak menanggapi. Sedangkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Agus Fauzi mengaku belum mengetahui soal kejadian di Desa Bojong Hilir telah terkena penyakit DBD.

“Saya belum tahu, dari Puskesmas setempat (Kemang) beum ada laporan. Tapi nanti saya akan perintah Kapuskes untuk mengecek.” kata Fauzi

Fauzi belum mengatakan kejadian di Desa Bojong termasuk kejadian luar biasa (KLB) karena belum ada hasil pengecekan dari pihaknya. “Mungkun baru suspek (dugaan terkena DBD) mengingat belum ada hasil lab warga disana terkena DBD atau tidak,” kelakarnya.

Fauzi sendiri mengatakan untuk Kejadian DBD di Kabupaten Bogor ini pada tahun 2018 mencapai 330 kasus yang terkena DBD. “Sedikit ada penurunan dari tahun sebeumnya,” pungkasnya. (cepi kurnia & Handy Mehonk)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, Edisi 19 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar