Dewan Desak Dishub Stop Angkot Modern

361
Sumber gambar : https://i0.wp.com/www.berantasonline.com

Polemik angkutan kota modernn yang mengaspal di TPK 4 jurusan Ciawi-Ciparigi hingga kini tak kunjung tuntas. Rabu (14/11), puluuhan perwakilan sopir angkoy 09 rute Sukasari-Warung Jambu dan 01 rute Ciawi – Barangsiang mendatangi Gedung DPRD Kota Bogor untuk menyalurkan aspirasi mereka kepada Komisi III.

Ketua Komisi III, Sendhi Pratama mengatakan bahwa para sopir mengajukan tiga aspirasi kepada DPRD. Pertama, mereka menuntut agar Dinas Perhubungan (Dishub) menunda pengoperasian angkot modern sebelum adanya kejelasan dan keadilan bagi para sopir dari Dishub maupun badan hukum (koperas).

Kedua, kata dia, para sopir menuntut adanya transparasi terkait jumlah keseluruhan angkot dengan trayek yang sudah berjalan berikut dengan kesesuaian surat-surat kendaraan dan eksisting yang ada. “Ketiga, mereka menyebut bahwa selama ini badan hukum angkot kurang komunikatif dengan sopir dan pemilik kedaraan,” ujar Sendhi kepada wartawan.

Ia menegaskan, dengan adanya aspirasi tersebut, Komisi III mendesak Dishub agar operasional angkot modern dihentikan hingga ada titik temu antara sopir, pemilik kendaraan, badan hukum, dan dinas terkait. “Langkah ini harus dilakukan oleh Dishub untuk mencegah adanya unjuk rasa yang lebiih besar dari sebelumnya,” ungkap politisi Hanura itu.

Lebih lanjut, kata Sendhi, sejauh ini Dishub sudah menyerahkan hasil kajian terkait angkot modern kepada komisi III. Namun, sosialisasi yang dilakukan oleh dinas tersebut masih kurang. “Ininya sosialisasi soal program angkot modern harus dikuatkan,” tegasnya.

Sendhi pun menyatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil Dishub dalam waktu dekat ini untuk dimintai klarifikasi terkait adanya gejolak di lapangan seiring beroperasinya angkot modern. “Segera akan kami panggil Dishub,” ucap dia.

Sebelumnya, perwakilan para sopir angkot sekaligus koordinator aksi, Dudung membenarkan bahwa pihaknya telah dilakuakn keepakatan antara para sopir dan Dishub Kota Bogor untuk  memberhentikan sementara angkot modern sampai ada kesepakatan lainnya dengan badan-badan hukum yang ada terutama badan hukum Kodjari selaku pemilik angkot modern. “Kami akan menunggu saja perkembangan di lapangan nanti,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jika ada hal – hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat, kemungkinan para sopir pun akan kembali beraksi.

Kepala Bidang Angkutan Dishub, Jimmy Hutapea program angkot modern di TPK 4 harus terus dijalankan meskipun ada pro dan kontra. Terkait antisipasi maupun pencegahan agar tidak kembali adanya demo seperti yang sudah terjadi. Jimmy mengaku, tidak memiliki upaya untuk mencegah hal – hal tersebut.

Jimmy menilai, aksi yang dilakukan para sopir terkait keluhan dan aspirasinya tidak relevan dengan konversi tiga banding dua, karena saat mediasi ada beberapa sopir atau pemilik angkot yang menyampaikan keberatan untuk melakukan konversi tiga menjadi satu.

“Saya sudah katakan bahwa konversi tiga menjadi satu itu di pending. Sekarang jika mereka yang seharusnya konversi tiga menjadi satu dikomplain menurut saya tidak relevansi dengann jalannya konversi tiga menjadi dua, karena konversi tiga banding satu akan diusahakan berjalan jika Pemkot sudah mengalokasikan anggaran subsidi yang memang satu paket ketika konversi akan ada subsidi,” ungkapnya. (Fredy Kristianto)

Sumber : Koran Jurna Bogor, Edisi 15 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar