Dinsos dan Satpol PP Akan Gencar Lakukan razia

237
sumber gambar: https://kotabogor.go.id

Dilansir dari laman resmi kotabogor.go.id

Dinas sosial (Dinsos) Kota Bogor mengklaim jumlah Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial Kota Bogor yang ditangani sejak 2015-2018 mengalami penurunan.

Pada 2015 tercatat ada 402 PMKS dan 2016 turun menjadi 334 PMKS. Sedangkan, tahun 2017 nik cukup tinggi menjadi 467 PMKS, namun pada tahun 2018 diimbangi dengan penurunan yang sangat signifikan menjadi 77 PMKS.

Belum lama ini, viral foto seorang pengemis yang pulang pergi menggunakan mobil. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kota Bogor. Azrin Syamsudin menuturkan, pengemis tersebut berasa dari luar Kota Bogor dan sering mengemis antara Kampus IPB Dramaga sampai dengan Yasmin dan tidak jarang berpindah tempat.

“Kedepan razia akan terus dilakukan Dinsos Kota Bogor, Satpol PP bersama pihak terkait lainnya. Pengemis ini bukan pertama ditangkap tapi sudah berkali-kali. Berdasarkan hasil assiessment akan direhabilitasi selama 3-6 bulan di pusat rehabiitasi milik kementerian dengan harapan tidak akan mengemis lagi di wilayah Bogor,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menuturkan bahwa pada 2016 ada 133 anak jalanan (anjal) dan 151 gelandangan pengemis (gepeng) yang ditangani. Sementara pada 2018, turun menjadi 14 anjal dan 42 gepeng. Penurunan angka ini menurut Azrin, salah satunya berkat edukasi dan pelatihan yang dilakukan selama 3 hingga 6 bulan di pusat rehabilitasu milik Kementerian Sosial.

“Pendidikan dan pelatihan menjadi solusi yang diterapkan Dinas Sosial untuk merubah mindset para PMKS. Saat ini ada yang menjalankan usaha jasa sablon warung-warung kecil termasuk usaha bisnis rumahan seperti keripik dan sebagainya,” ungkapnya.

Saat ini, sambung dia, para PMKS yang ada di Kota Bogor adalah para pemain baru. Hal itu lantaran banyanya akses masuk ke Kota Bogor menurut Azrin, menjadi salah satu faktornya. 

Kuran lebih ada 10 pintu msuk, diantaranya kereta api yang hampir setiap 5 menit sekali datang dan pergi, jalan tol ke Baranangsiang dan Ciawi.

Lebih lanjut, sambungnya, guna meekan jumalh PMKS yang didominasi dari luar Kota Bogor, Dinsos Kota Bogor bersama pihak terkait lainnya sambung Azrin rutin melaksanakan operasi penjaringan PMKS atu kali setiap bulan.

“Ini dilakukan dalam rangka penerapan Perda Nomor 8 Tahun 2011 dimana ada kewenangan Dinsos melakukan penjangakauan dan penjaringan secara langsung dengan tetap mengedepankan koorinasi. Di Satpol PP Kota Bogor yang merupakan salah satu dinas sendiri, perda tersebut diperkuat dengan penegakan perda Ketertiban Umum (Tibum) dan penanganan PMKS,” pungkasnya. 
(Humpro:rabas/adt-SZ)

SHARE

Tinggalkan Komentar