Disbudparekraf Bogor Dorong Pelajar Lestarikan Angklung

1214
Sinar Harapan.co

Dinas Kesenian, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif
(Disbudparekraf) Kota Bogor, Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan
Angklung bagi pelajar dan para guru dalam rangka mendorong minat untuk
melestarikan dan membumikan angklung di Tanah Sunda.

“Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dibuka mulai Senin sampai
Rabu mendatang,” kata Kepala Disbudparekraf Kota Bogor, Shahlan Rasyidi,
di Bogor, Senin.

Ia mengatakan, workshop Angklung ini menyasar pelajar dan guru mulai dari
tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah
Menengah Atas (SMA). Total ada 50 peserta yang dilibatkan.

“Pelatihan ini terlaksana karena begitu banyak permintaan dari masyarakat
untuk belajar bermain angklung,” katanya.

Untuk mengakomodir aspirasi masyarakat, dengan dana terbatas,
Disbudparekraf Kota Bogor menyelenggarakan pelatihan angklung. Waktu tiga
hari dinilai cukup untuk melatih guru dan para siswa mahir bermain
angklung.

Menurutnya, memainkan angklung tidak terlalu sulit, apalagi didorong
kemauan yang kuat dari peserta untuk menguasai teknik permainan akan
memudahkan cara bermain angklung.

“Diharapkan guru dan pelajar yang mendapat pelatihan, dapat menularkan
latihannya kepada teman dan murid di sekolah masing-masing,” katanya.

Selain itu, pelatihan dilaksanakan dengan tujuan memaksimal bantuan
angklung yang diberikan Dinas Pendidikan ke sejumlah sekolah. Mengingat
selama ini alat musik tradisional tersebut hanya tersimpan digudang,
karena belum terlatihnya para guru dan pelajar untuk memainkannya.

“Untuk mendorong penggunaan angklung disetiap kegiatan Kota Bogor akan
menampilkan pertunjukkan angklung, dan akan ada lomba angklung antar
sekolah,” katanya.

Asisten Ekonomi dan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat, Edgar Suratman
mengharapkan Kota Bogor dapat melahirkan seorang maestro angklung, selain
mahir memainkan angklung juga menjadi pelestrasi alat tradisional dari
tanah Sunda tersebut.

Menurutnya, warga Sunda harus bangga dengan keberadaan Angklung karena
telah diakui secara internasional sebagai warisan dunia dari UNESCO.

“Siapa lagi yang bisa mengembangkan dan memelihara angklung kalau bukan
kita. Kota Bogor harus bersyukur punya aset daerah berupa angklung, dan
seorang mastero angklung seperti Ade Suarsa,” kata Edgar.

Workshop angklung menghadirkan sejumlah narasumber yakni Abun Somawijaya,
Dinda Satia Upaji Budi, dan maestro angklung Ade Suarsa.

SHARE

Tinggalkan Komentar