Disdukcapil Bakar Belasan Ribu KTP-el

252
sumber gambar : https://img.beritasatu.com

Kemnetrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) memusnahkan jutaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) rusak dan invalid, di Gudang Kemendagri, Jalan Raya Parung, Desa Parakan Jaya, Kecamtan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (19/12).

Direktur Jendral Kapendudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri RI Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pemusnahan bertujuan untuk mencegah, agar tidak terulang lagi KTP-el yang dibuang ataupun KTP-el yang mungkin tercecer.

“Kalau masih ada KTP-el nanti yang tercecer berarti sepenuhnya ini adalah problem-problem yang terjadi karena kelalaian di tempat dimana KTP-el itu terjatuh atau tercecer. Kita berharap ini tidaka terulang kembali, dan pemusnahan KTP-el rusak ini akan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri dan rekan-rekan wartawan. Bersama-sama kita secara simbolis memusnahkan dengan cara dibakar,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan, ada 1.378.146 keping yang dmusnahkan dengan cara dibakar. “Seluruh dokumen kependudukan berupa KTP-el yang ada di Gudang Kemendagri di Bogor dimusnahkan,” paparnya.

Sementara sebanya 16.996 keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) invalid atau rusak dan tidak berlaku dibakar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor di Plaza Balaikota Bogor, Rabu (19/12).

Kepada wartawan, Plt Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Dody Ahdiat mengatakan bahwa sebanyak 16.996 keping KTP-el yang saat ini dimusnahkan merupakan hasil dari transaksi pelayanan di loket.

Kata dia, pemusnahan KTP-el tersebut berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri No. 470.13/11176/SJ tanggal 13 Desember 2018 tentang Penatausahaan KTP-el invalid atau rusak.

“Surat itu dikeluarkan tanggal 18 Desember kemarin, dan hari ini kita musnahkan bersama di halaman Balaikota,” kata Dody di Balaikota Bogor.

Menurutnya, KTP yang dimusnahkan itu hasil cetakan atas tahun 2013. Sebab, dibawah tahun tersebut tidak ditemukan sama sekali. Artinya, cetakan massal di tahun 2011 sampai 2013 itu semuanya sudah didistribusikan kepada masyarakat Kota Bogor. “Untuk selanjutnya, pemusnahan KTP-el invalid akan dilakukan secara haruan, ketika transaksi di loket pelayanan kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemusnahan e-KTP tersebut untuk meyakinkan kepada warga, bahwa Disdukcapil transparan dalam pelaksanaan pengeolaan KTP-el di Kota Bogor.

Sementara Walikota Bogor Bima Arya menginginkan seluruh tahapan Pilpres tahun depan berjalan dengan baik tidak ada simpang siur soal data, yang memiiki hak dijamin. “Jadi kita minimalisir semua, muspida menjaga kebersamaan, tapi faktor adminitratif juga penting, jadi itu saya kira karena isu KTP ditarik ke politik,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa pemerintah akan menjalankan arahan dari pusat untuk menunjukan profesional dalam hal administratif kependudukan. (Noverando H & Fredy Kristianto & CR-JB 4)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, edisi 20 Desember 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar