Disdukcapil Bogor Cetak E-ktp Perekaman Tahun Lalu

2138
Sumber Gambar : harapanrakyat.com

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, Jawa Barat
mulai bisa mencetak KTP elektronik khusus bagi warga yang sudah melakukan
perekaman data di akhir tahun 2016.

“Bagi warga yang telah melakukan perekaman e-KTP bulan Desember 2016 dan
seterusnya sudah bisa mengajukan permohonan pencetakan e-KTP,” kata Kepala
Disdukcapil Kota Bogor Dody Ahdiyat di Bogor, Rabu.

Dody menyebutkan permohonan pencetakan dapat dilakukan di kantor
Disdiukcapi selama hari kerja. Persyaratan yang wajib dibawa oleh warga
adalah foto kopi kartu keluarga (KK), surat keterangan atau Suket, dan
mencantumkan nomor ponsel untuk pemberitahuan kepada yang bersangkutan
ketika e-KTP sudah tercetak melalui sms `gateway`.

“Jadi kami tidak menjanjikan hari, tapi menjanjikan jadi,” kata Dody.

Ia menjelaskan alasan pihaknya tidak bisa menjanjikan hari pengambilan
e-KTP karena disesuaikan dengan kemampuan teknis. Terkadang prediksi waktu
tidak tepat, apabila server sedang bermasalah atau blanko tidak tersedia.

Sedangkan jika dijanjikan jadi berarti berdasarkan sistem. Ketika e-KTP
dicetak, sistem `SMS gateway` yang sudah terhubung dengan sistem
pencetakan e-KTP langsung membalas ke nomor ponsel pemohon.

“Isi sms nya mengatakan e-KTP sudah jadi dan dipersilahkan untuk
mengambil,” katanya.

Dody menegaskan proses pencetakan e-KTP gratis tidak dipungut biaya, jika
ada warga yang dimintai biaya oleh petugas Disdukcapil dapat melaporkan
kepada pihaknya langsung.

“Jika ada yang dimintai biaya laporkan akan segera ditindak sesuai aturan
PNS,” katanya.

Ia juga menginformasikan kepada masyarakat tentang denda administrasi yang
ada di peraturan daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 yang mungkin akan
dikenakan kepada pemohon.

Menurutnya pencetakan e-KTP sudah berlangsung sejak APril setelah blanko
tersedia. Terhitung Senin (23/10) kemarin pendatar pemohon pencetakan
e-KTP tidak lagi dibatasi dari sebelumnya terbatas hanya 400 ribu per
hari.

Prosedur pencetakan e-KTP berdasarkan permohonan ini juga dilakukan karena
khawatir ada perubahan data sekaligus untuk memperbaharui data yang
bersangkutan, sehingga data e-KTP yang tercetak akurat.

“Ketika permohonan masuk, Disdukcapi melakukan verifikasi agar jika
terjadi data ganda karena pernah merekam di tempat berbeda bisa diperbaiki
juga,” katanya.

Dody menambahkan bagi warga yang melakukan perekaman di tahun 2017 belum
bisa melakukan pencetakan e-KTP karena setelah perekaman, data terlebih
dahulu dikirim ke pusat untuk penunggalan data.

Proses penunggalan data membutuh waktu lama tergantung server dari pusat
dan antrian karena data yang masuk dari seluruh Indonesia.

“Kalau sudah disetujui oleh pusat data yang dikirim akan dikirim balik
dengan status siap cetak,” kata Dody.

Dody mencatat ada 93.454 jumlah e-KTP yang akan dicetak, untuk blanko
dipastikan cukup.

SHARE

Tinggalkan Komentar