Dr Taufiq Ramadhan al-Buthi : Suriah Difitnah

244
sumber gambar: http://www.nu.or.id/

Ketuan Ikatan Ulama Suriah Dr Taufiq Ramadhan al-Buthi menjelaskan soal Suriah. Diakuinya, kini Suriah difitnah media-media Barat dengan pemberitaan yang tidak sesuai fakta dan keadaan Suriah yang sebenarnya.

“Media-media Barat melancarkan fitnah dan propaganda untuk melemahkan Suriah. Mereka tidak menyampaikan informasi yang sebenarnya apa yang sesungguhnya terjadi di Suriah,” ujar 
Dr Taufiq Ramadhan al-Buthi, Minggu (3/3).

Ia mencontohkan ada media Barat yang memberitakan bahwa ada demostrasi besar di niversitas Damaskus. Padahal kenyataanya, kata al-Buthi, unjuk rasa itu hanya diikuti oleh 35 siswa.

Di samping itu, keluhnya, media Barat secara terus menerus memberitakan bahwa terjadi konflik sektarian antara Sunni-Syiah di Suriah. “Faktanya, konflik sektarian tidak ada. Dalam sejarahnya, di Suriah tidak pernah yerjadi konflik sektarian,” kata dia.

Ia mencontohkan bahwa sejak ratusan tahun hingga saat ini, Kota Damaskus tua dihuni masyarakat Kristen Ortodoks, Sunni, Syiah maupun Yahudi. “Di wilayah tidak pernah terjadi konflik. Jadi pemberitaan media Barat tidak benar dan itu fitnah,” kata dia.

Ia menegaskan Amerika Serikat dan sekutunya menginginkan Suriah menjadi negara yang lemah. Suriah yang kuat menjadi ancaman terhadap eksistensi Israel yang berbatasan langsung dengan negari Syam itu, ujarnya.

“Suriah hingga saat ini sangat mendukung perjungan Palestina untuk menjadi negara yang merdeka. Karena Presiden Bashar al-Assad berhubungan langsung dengan Palestina maka Suriah paling banyak menerima tekanan,” kata dia.

Israel serta sekutunya yang tidak menyukai pemerintah Bashar al-Assad merencanakan berbagai skenario unutk menceraberaikan Suriah. “Salah satu caranya yaitu dengan propaganda media. Mereka mengembuskan isu reformasi, konflik sektarian dan sebagainya. Ketiak Suriah lemah maka Israel gampang untuk mengontrolnya,” ujar dia.

Namun, lanjut dia, Suriah di bawah pemerintahan Bashar al-Assad mampu melewati sgala tekanan yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Suriah menjadi negara yang kat di Timur Tengah. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 4 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar