Dua Anak Tewas Main Granat

228
sumber gambar: www.radartvnews.com

 Siang yang tenang di kampung wangunjaya, Desa CIaruteun lir, Kecamatan Cibungbulang. Kabupaten Bogor Berumah mencekam, kemarin (14/2). Granat. tiba-tiba meledek di kawasan padat penduduk itu. Dua bocah meninggal dan satu luka berat.

Kejadian nahas ini bermula pada AHad (10/2). ketika itu, M.Ibnu Mubarok (10), dan tiga rekannya bermain disekitar lapangan tembak TNI di kampung Padmon. Kampung itu m.Ibnu dan tiga kawannya. yakni; kampung Wangunjaya, Desa Ciaruteun llir,Kecamatan Cibungbulang. Jarak antara kedua Kampung ini sekitar dua kilometer atau satu jam jalan kaki.

Awalnya mereka ke kampung padmon untuk mencari bambu untuk dijadikan alat permainan berupa senapan bambu. Tapi arah pencarian mereka justru sampai di sekitar kawasan lapangan tembak TNI. Di sanalah mereka menemukan granat dan membawa pulang.” Granat itu kemudian di bawa pulang Ibnu ( korban red) kerumahnya,” ujar kapolsek Cibungbulang kompol Agus Riyandi kepada Radar Bogor, kemarin (14/2).

Berdasarkan penjelasan ibunda ibnu , SIti Nurhasana (45),Dia baru mengetahui anaknya menyimpan bom tangan itu pada senin(11/2), atau sehari setelah mereka menemukan granat. merasa itu berbahaya siti kemudian membuangnya ke halaman belakang rumah keesokan harinya, selasa (12/2).Tak disangka korban teryata memungut kembali pada kamis (14/2)’

Sekitar pukul 14.00, dibelakang rumahnya, Ibnu bersama dua rekannya mengutak- atik granat tersebut dengan cara dipukul dengan batu. Tak sampai Hitungan menit ledakan pun terjadi,” karena ketidaktahuan, granat tersebut dipukul-pukul dengan batu. terjadilah ledakan,” beber Agus.

ledakan ini sontak membuat warga sekitar kaget. mereka kemudian berhamburan ke luar rumah mencari sumber ledakan. Ternyata di samping rumah siti Surhasanah, tubuh ibnu, Doni dan Sahrul tergeletak bersimbah darah. warga yang panik langsung sibuk mencari bantuan. Tak lama, ambulans milik desa datang dan membawa ketiga, korban ke RSUD Leuwiling. “Kepala korban (ibnu red) hancur, tangan terpotong, dan belum ditemukan. ada juga percikan daging ditembok depan rumah,” ucapnya 

Pihak Kepolisian hingga tadi malam belum bisa memastikan jenis granat yang ditemukan ibnu dan teman-temannya Namun polisi sudah mendatangkan tim balistik untuk mengidentifikasih serpihan granat yang tersisa di tempat kejadian perkara. “Cincin yang menjadi pelatuk granat juga masih utuh,” ucapnya.

Atas kejadian itu selain ibnu yang meninggal di tempat korban doni juga dinyatakan meninggal setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Leuwiliang sekitar  pukul 21.00 WIB. Sementara korban sahrul hingga tdi malam masih dirawat di rumah sakit yang sama. Sementara itu kepenrem 061/Suryakancana Mayor Inf Ermansyah  menjelaskan pihaknya sedang meneliti asal muasal granat tersebut. Apakah bekas perang sejak zaman belanda atau bekas latihan TNI,” yang jelas dari tim sedang mengecek asal muasal granat tersebut dan masih diolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lapangan tembak di kampung padmon memang masih di bawah pengawasan korem 061 Suryakancana. Hanya saja yang menggunakan lokasi itu banyak kesatuan. Menurut informasih yang diterima Radar Bogor, granat lontar atau granade launcher mortir(GLM) milik TNI. Namun hal itu masih belum bisa dipastikan, sebab Ermansyah menegaskan pihaknya masih hasil uji balistik.

“Semua kemungkinan akan kami cek kembali. karena untuk jarak penemuan granat sebenernya jauh dari lokasi latihan. Tapi penyelidikan teruskami lakukan,” bebernya.

Sementara Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Harry Eko menilai ada banyak kemungkinan terkait asal muasal  granat maut tersebut. Jiaka granat itu sisa latihan maka kemungkinan usiannya sudah lama . Bukan di tahun,” saya analisa umur granat puluhan tahun lalu, karena terakhir operasi tempur pada tahun 2001-2002,” bebernya.

Sebenernya kata dia , sudah larangan dan imbauan bahwa lokasi latihan hanya untuk militer. Supaya tidak ada warga yang melintas mampu bermain. Atas  kejadian ini dia mengimbau kepada orang tua dan warga untuk tidak lagi main diarea militer,” Kondisi tempat latihan menembak ini memang tak terpagar 100 persen karena belum dianggarkan oleh pusat,”Imbuhnya.

 Sementara itu, tatang sumantri (40) yang berada di lokasi saat kejadian mengatakan saat ledakan warga sempat mengira bahwa suara tersebut adalah bom.Warga baru sadar jika ledakan itu dari ibnu dan teman-temannya setelah melihat tubuh mereka tergeletak. Sebelumnya memang tidak ada yang sadar kalau mereka lagi mainin granat,” imbuhnya. (dka/nal/d)

Sumber: Koran Radar Bogor, edisi 15 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar