DUBES Belgia Tinjau Balai Ternak Embrio Cipelang

1173
DUBES Belgia tinjau embrio ternak cipelang. (Google Image)

Duta Besar Belgia untuk Indonesia Patrick Hermann melakukan kunjungan kerja meninjau Balai Embrio Ternak (BET), Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Cipelang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Kehadiraan Patrick untuk melihat keberhasilan BET Cipelang dalam mengaplikasi embrio dan semen beku dengan teknik inseminasi buatan (IB) dan tranfer embrio (TE) terhadap jenis sapi unggul asal Belgia yakni Belgian Blue.

BET sudah mengaplikasikan embrio dan semen beku mulai dari tahun 2016, dan sudah menghasil bibit unggul dari teknik TE satu ekor jantan yang diberi nama Gatot Kaca.

“Untuk IB, sudah lahir enam bibit gugul,” kata Kepala BET Oloan Parlindungan.

Gatot Kaca lahir 31 Januari 2017 dari indukan jantan Adagio D Bray dan indu Freepoley, dengan recipien (induk titip) 310 jenis FH.

Nama Gatot Kaca diberikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Kementerian Pertanian, bulan Februari 2017.

“Diberi nama Gatot Kaca, karena postur tubuh besar dengan berat 62,5 kg. Ini sangat benar, sama dengan ukuran tiga bulanan sapi normal,” katanya.

Staf ahli menteri bidang investasi pertanian, Syukur Iwantoro mengatakan, keberhasilan BET dapat mewujudkan ketersediaan daging sapi nasional.

“Inshaa Allah Indonesia mampu bersaing, dan Kementerian Pertanian bisa
wujudkan harapan presiden untuk kecukupan daging nasional,” katanya.

Dubes Belgia untuk Indonesia, Hermann Patrick mengapresiasi upaya Indonesia mau mengembangkan sapi Belgian Blue untuk meningkatkan produksi sapi nasional.

“Kami berharap Indonesia bisa menjadi unggul di Asia dalam produksi sapi unggulan,” katanya.

Deputi I Kementerian Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno menambahkan, kemampuan BET mengembangkan jenis Belgian Blue merupakan kerjasaama strategis karena bagian dari kunjungan delegasi Austria dan kedatangan Putri Astrid ke Indonesia tahun 2016 lalu.

“Harapannya, masa depan tentunya ada `pure breed` dari belgian blue yang dihasilkan. Jadi perlu kembangkan beberapa model. Sebagai satu bentuk variean belgian blue di Indonesia. Untuk meningatkan kapasitas dan kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan protein,” katanya.

Kunjungan Dubes Belgia diikuti sejumlah investor bidang peternakan. Rombongan meninjau laboratorium BET serta kadang sapi yang berada di ketinggian 800 mdpl di kaki Gunung Salak. (Antara)

 

SHARE

Tinggalkan Komentar