Fitriani Raih Gelar Thailand Master

234
sumber gambar: https://static.breakingnews.co.id

Fitriani akhirnya menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih gelar di Tahiland Masters 2019. Fitri mengalahkan wakit tuan rumah Ongbamrungphan Busanan pada final tunggal putri dengan dua game langsung, 21-12 dan 21-14, di Indoor Stdium Huamark, Bangkok, Minggu (13/1).

“Hari ini saya hanya berusaha bermain maksimal, lebih sabar dan lebih aman, jangan membuat kesalahn sendiri. Sebetulnya lawan tidak mudah untuk dimatikan. Penampilan dia hampir sama dengan pertemuan kami sebelumnya di Korea Master 2018, tapi spertinya hari ini dia kurang enak mainnya, dia banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Fitri soal pertandingan fina dalam keterangannya.

Perjalanan Fitri menuju gelar juara dimulai dari laga pertama yang begitu dramatis. Pada babak pertama, Fitri mengalahkan Lee Ying Ying (Malaysia), dengan skor 18-21, 21-9, 23-21. Pada game ketiga, Fitri yang tertinggal jauh 13-20, mampu mengejar dan balik mengungguli lawan hingga memenangkan pertandingan.

Pada babak kedua, Fitri membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama yang juga wakit terkuat Thailand, Nitcheon Jindapol dengan skor 21-10, 17-21, dan 21-16. Laga tiga game kembali dilewati Fitri pada babak perempat final melawan Yeo Jia Min (Singapura), dengan skor 14-21, 21-15, dan 21-18.

Fitri lagi-lagi harus berjuang rubber game melawan Deng Joy Xuan (Hongkong) yang sebelumnya sempat mengejutkan dengan menyingkirkan Li Michele, unggulan ketiga asal Kanada. Fitri menang dalam pertarungan selama 55 menit, dengan skor 12-21, 21-19, dan 21-16. “Menurut saya, semua lawan dari babak awal seua sama-sama tidak mudah dihadapai. Tinggal bagaimana di lapangannya, karena semua sebetulnya punya peluang, apapun bisa terjadi yang lebih siap yang akan menang,” tutur Fitri.

Gelar ini merupakan gelar pertama bagi Fitri di turnamen BWT World Tour Super 300, sebelumnya, ia pernah menjadi juara di Indonesia Internasional Series 2015 dan Indonesia International Challenge 2016.

Hasil mengejutkan terjadi pada laga final tunggal putra Pebulu tangkis legendaris Cina, Lin Dan, takluk dari wakil Singapura, Kean Yew Loh, Lin dan harus tumbang dua game langsung dengan skor tipis, 21-19 dan 21-18, dari lawannya yang berada di peringkat 125. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber; Koran Jurnal Bogor, edisi 14 Januari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar