Harga Tanah pun Ikut Naik Drastis

222
sumber gambar: https://media.beritagar.id

Pembangunan Jalan Tol Bogor – Ciawi – sukabumi (Bocimi), berimbas pada naiknya harga tanah di jalur yang terlintasi. Kenaikan harga mencapai 200 persen, padahal sebelum jalan tol sepanjang 54 kilometer itu dibangun harga tanah hanya Rp.100 sampai Rp. 200 ribu/meter persegi.

“Saat ini sudah tak ada lagi, tanah yang harganya Rp.100 atau 200 ribu, rata-rata sudah Rp.500 sampai Rp. 600 ribuan, meskipun lokasinya tidak berada di jalur lintas jalan tol ini belum dioperasikan, karena pembangunan badan jalannya belum semua rampung,” kata Camat Cigombong Basrowi, kepada wartawan, ditemui di Cibinong, baru-baru ini.

Namun syangnya, kata Basrowi, kenaikan harga tanah itu belum berbanding lurus dengan masuknya investasi, “Selain untuk memperlancar arus lalu lintas dan mengurai kemacetan, tujuan dibangunnya Jalan Tol Bocimi, untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ketika ditanya, apakah kenaikan harga tanah terjadi di wilayah kabupaten Sukabumi, karena ada beberapa kecamatan di wilayah yang kini dipimpin Bupati Sukmajaya terlintasi Jalan Tol Bocimi, Basrowi mengungkapkan, untuk di wilayah Sukabumi, harga tanahnya masih stabil, sehingga banyak spekulan yang belanja.

“Kalau di wilayah Cigombong, karena harga tanahnya sudah mahal, spekulan tidak berani belanja, makanya mereka lebih memilih berbelanja di kabupaten Sukabumi dengan harapan, ketika Jalan Tol Bocimi dioperasikan, banyak pengusaha yang membutuhkan tanah untuk membangun pabrik atau usaha lainnya,” katanya.

basrowi mengimbau, kepada pemilik tanah yang membeli dari warga setempat, khususnya yang berada di pinggir-pinggir jalan desa, untuk mengibahkan sedikit tanahnya kepada pemerintah daerah, karena kedepannya dipastikan jalan-jalan milik kabupaten Bogor yang lebarnya hanya tiga sampai empat meter akan diperlebar.

“Kemampuan anggaran pemerintah kan terbatas, kalau pun pengusaha atau pemilik tanah mau mengibahkan seddikit lahannya tidak akan rugi malah sebaliknya untung, sebab ketika dijual harganya akan tinggi,” katanya.

Anggota DPRD Abdul jalil, kebetulan berdomisili di Caringin mengatakan hal serupa, politisi Partai Demokrat itu berharap, para pemilik tanah yang lokasinya strategis, agar membantu pemerintah daerah. Bantuan yang bisa diberikan pengisaha atau pemilik tanah dengan mengibahkan sedikit lahannya untuk kepentingan umum.

“saat mereka membeli tanah kan harganya masih murah. Jadi hal yang wajar, ketika mereka mengibahkan sedikit tanahnya kepada pemerintah, karena kalau tanahnya sudah ada, pelebaran jalan akan cepat, karena pemerintah daerah tak perlu mengelurakan anggaran untuk pembebasan lahan,” jelasnya.

Jalil pun meminta, Camat Caringin dan Cigombong dibantu para kepala desa, agar menginvestarisir pemilik tanah yang ada di wilayahnya. “Tentunya tidak semua, ini khusus kepada para pemilik tanah yang lokasinya tepat di pinggir jalan dan lahan yang dimilikinya luas, kalau untuk warga biasanya tidak perlu,” tutupnya. 

SHARE

Tinggalkan Komentar