Hati-hati Diet Karbo

328
https://www.google.com

Keinginan untuk langsing hingga ingin memiliki kehidupan yang lebih sehat, sebagian besar memilih untuk menjalani diet dengan mengurangi konsumsi karbohidrat. Mulai dari diet keto, ketosis hingga OCD. Namun menurut pakar gizi, nutrisi diet harus seimbang.

“Pada prinsipnya, diet-diet ini dilakukan untuk menghilangkan karbohidrat dari menunya. Dan, kalau dikaitkan dengan kaidah gizi seimbang, diet-diet itu cenderung tidak seimbang,”Kata ketua Indonesia Sport Nutritionst Association (ISNA) Dr Rita Ramayulis, DNC, M.Kes.

Dari hasil analisisnya, diet rendah karbohidrat yang sedang tren dilakukan belakangan ini, memungkinkan zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi.

Untuk itu, dia menyarankan, agar diet karbo tidak dilakukan secara rutin terus menerus. “Jadi, sebaiknya digunakan pada saat hari-hari tertentu, seperti pada saat detoksifikasi. Jadi, jangan dijadikan sebagai gaya hidup, karena akan mengganggu reaksi kimia dalam tubuh yang pada akhirnya memengaruhi kesehatan kita juga.”

Kemudia, lanjut Rita, banyak yang menggunakan diet itu dengan alasan tingkat keberhasilannya tinggi, penurunan berat badannya secara nyata dan signifikan

Tapi hati-hati, dengan persaan itu. Karena, penurunan berat badan yang terlalu cepat, menimbulkan reaksi tubuh yang ingin dapat makanan yang lebih banyak. “Makanya, sangat mungkin orang-orang yang seperti itu, akan kembali ke berat badan semula, bahkan lebih banyak.”

Kenapa sih, banyak orang mulai tertarik diet rendah karbo, apakah ini suatu yang positif atau negatif?

Diakui Rita, ini merupakan fenimena negatif, karena minset masyarakat tentang tubuhnya masih kurang baik. Karena kemajuan teknologi membuat orang malas gerak, dan kemajuan kuliner membuat anak-anak mengonsumsi makanan yang tinggi gula tinggi lemak

Sementara itu, kemajuan teknologi membuat dia jarang bergerak, sehingga apa yang masuk tidak sebanding dengan apa yang dibakar dalam tubuh.

“Dan sangat beresiko kenaikan berat badan. Dan, itu kan naiknya tidak instan. Tetapi, ketika ingin turun, mereka inginnya instan. Dia tidak berpikir secara bertahap. Hanya inginnya instan. Tentu ini maknanya menjadi negatif.”

Artnya, lanjut Rita, minset mereka tidak memahami kondisi tubuh mereka. Jadi mereka tetap menikmati pola makan seperti sekarang. Tapi mereka malah gerak. Jadinya berbahaya dan tidak disarankan. (Asep Sapudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 19 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar