Indonesia Beri Pelatihan Untuk 1.700 Warga Palestina

1996
Bendera Palestina (google images)

Pemerintah Indonesia telah memberikan pelatihan bagi sekitar 1.700 warga Palestina dalam 154 program pengembangan kapasitas untuk pembangunan Palestina, kata Deputi Direktur Kawasan Afrika dan Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Sigit Witjaksono di Yogyakarta,
Senin.

“Program pembangunan kapasitas yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia untuk Palestina dari tahun 2006 sampai sekarang itu ada 154 program dan pesertanya mencapai sekitar 1.700 orang,” kata Sigit di Yogyakarta, Senin.

Menurut Sigit, program pengembangan kapasitas yang diberikan Pemerintah Indonesia untuk Palestina itu dilakukan  di berbagai bidang, antara lain pelatihan pariwisata, pertanian, konstruksi, pelatihan penanganan kejahatan dunia maya bagi personel kepolisian.

Program pembangunan kapasitas yang diberikan Indonesia bagi Palestina sebenarnya sudah berlangsung lama melalui kerja sama antara negara-negara Asia Timur untuk Pembangunan (Cooperation among East Asian countries for Palestinian Development/CEAPAD).

Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan CEAPAD ke-2 pada 2014, yang menghasilkan komitmen dukungan dari negara-negara Asia Tenggara sejalan dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi oleh Kementerian Pembangunan Palestina.

Bentuk dukungan
Dubes RI untuk Jordania merangkap Palestina Teguh Wardoyo mengatakan, program pelatihan dalam kerja sama bantuan pengembangan kapasitas yang diberikan Pemerintah RI kepada warga Palestina merupakan bentuk dukungan Indonesia bagi upaya perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Kita harapkan dengan pelatihan pengembangan kapasitas yang diberikan, kita membantu menciptakan calon-calon pemimpin Palestina yang mampu memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsanya di kemudian hari,” kata Dubes Teguh.

Menurut dia, program pelatihan pengembangan kapasitas adalah satu bentuk dukungan riil dari Indonesia kepada Palestina.

Dia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang terus konsisten dalam memberikan dukungan kepada pemerintah dan rakyat Palestina dalam upaya melepaskan diri dari penjajahan Israel dan berjuang meraih kemerdekaan penuh sebagai suatu bangsa dan negara.

“Hingga saat ini Indonesia menjadi tulang punggung upaya kemerdekaan Palestina. Indonesia tidak henti-hentinya memberikan dukungan dan gagasan baru bagi perjuangan kemerdekaan Palestina, termasuk melalui berbagai forum internasional,” ujar Dubes Teguh.

Pada 2017, Direktorat Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri RI berencana melaksanakan 15 program pengembangan kapasitas bagi negara-negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Timur Tengah dan Karibia.

Keseluruhan program tersebut juga merupakan komitmen Pemerintah Indonesia dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan yang bertujuan untuk memajukan kerja sama pembangunan antarnegara berkembang.

Kerja sama Selatan-Selatan adalah istilah yang digunakan oleh para pembuat kebijakan dan akademisi untuk kegiatan pertukaran sumber daya, teknologi, dan pengetahuan antara negara-negara berkembang yang juga dikenal sebagai negara-negara Selatan global.  (Antara)

SHARE

Tinggalkan Komentar