Ini Terobosan Dinsos Kota Bogor Tangani PMKS

149
sumber gambar: https://kotabogor.go.id/

Selain penjangkauan dan penjaringan secara rutin setiap bulan dan pendidikan serta pelatihan selama 3-6 bulan dalam penanganan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Bogor, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor juga mempersiapkan berbagai terobosan, bahkan beberapa diantaranya sudah dilaksanakan. Dilansir dari laman resmi kotabogor.go.id

“ Yang sudah dilakukan Dinas Sosial Kota Bogor diantaranya pemberdayaan keluarga miskin, berdayakan para lanjut usia (lansia), pemberdayaan para penyandang disabilitas. Selain itu di 2019 ini kami melakukan verifikasi dan validasi data agar sesuai dengan nama dan alamat. Setiap hari kami bersama aparatur wilayah melakukan pendataan,” kata Kepala Dinsos Kota Bogor, Azrin Syamsudin, Kamis (28/03/2019).

Selain itu, terobosan lain yang dilakukan Dinsos Kota Bogor dalam rangka menyosialisasikan Perda Nomor 8 Tahun 2011 akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor guna memberi pemahaman kepada para siswa agar tidak mudah memberikan sedekah kepada anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal gepeng). Selain membuat para anjal, gepeng makin manja, akan lebih baik disalurkan melalui lembaga resmi yang mengurus sedekah.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Kota Bogor, sambung Azrin, akan dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan. Menurutnya karena para anak jalanan atau gelandangan pengemis (anjal gepeng) tidak bisa dididik secara pendidikan formal. Hal Ini suatu keharusan, namun masih dibicarakan dan dikoordinasikan. Untuk tahap awal, Dinsos akan melakukan pemetaan PKBM di Kota Bogor. “Karena bagaimanapun juga yang memiliki kewenangan terkait PKBM adalah Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Bagi para anak jalanan yang kena razia, Dinsos akan mengajak para pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kota Bogor agar bersedia menjadi bapak angkat bagi 1 atau 2 anak jalanan. Tidak sampai disitu, saat ini Dinsos Kota Bogor bekerja sama dengan panti yayasan yang jumlahnya mencapai 84 panti untuk menampung para lansia maupun anak dan orang terlantar. “Ini sedang kami sedang galakkan sekarang,” katanya. (Humpro:rabas-SZ)

SHARE

Tinggalkan Komentar