Jam Oprasional Angkutan Tambang Diatur Ulang

210
sumber gambar: http://bogoronline.com

PEMBERLAKUAN aturan pemberantasan oprasional truk angkutan tambang yang diujicoba selama satu bulan, dianggap tidak efektif, bahkan memicu terjadinya masalah baru, yakni kemacetan.

“Hasil, evakuasi kami berdasarkan kondisi di lapangan, uji coba pemberlakuan jam oprasional truk angkutan tambang baik di wilayah Kabupaten Bogor maupun tanggerang tidaklah efektif,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, kepada wartawan, ditemui di Cibinong, Kamis (21/2).

Bambang menjelaskan, aturan pembatasan jam oprasional yang mengacu pada Perbup yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Tanggerang serta draf Perbup Pemerintah Kabupaten Bogor dilaksanakan utuh alias tak ada perubahan. Namun kata Bambang, untuk truk kosong masih diperkenankan melintas di luar jam pembatasan.

“Sebenarnya, kami sudah menyiapkan rencana beberapa rekayasa, untuk memecahkan persoalan lalu lintas di wilayah Parungpanjang sampai Tanggerang, tapi belum kita sampaikan. Jika pemkab Bogor dan Tanggerang setuju, rekayasa yang kami rancang akan diujicoba,” ujarnya. 

Bupati Ade Yasin mengungkapkan, kemacetan di jalur Parungpanjang, lantaran diperkenankannya truk kosong melintas di siang hari. “Saya dalam rapat tadi sedikit memprotes BPTJ, kenapa aturan jam oprasional diutak-atik, akibatnya kemacetan tak bisa dihindari,” katanya.

Ade menegaskan, Pemkab meminta uji coba jam oprasional truk angkutan tambang tetap seperto kesepakatan semula, yakni malam hari saja. “Uji coba akan diberlakukan lagi, itu sudah saya sampaikan kepada BPTJ. Nah, kalau untuk Perbup, saya tidak akan terburu-buru menerbitkannya, karena banyak yang harus dipertimbangkan, agar jangan sampai meugikan sejumlah pihak, apalagi semuanya itu menyangkut urusan perut,” tutupnya.

Sebagai informasi, pembarasan jam oprasional angkutan truk tambang merupakan solusi jangka pende, untuk mencegah konflik antara warga dengan pengusaha tambang yang acap kali terjadi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun telah menyusun rencananya untuk pembangunan jalan khusus angkutan tambang sepanjang 23 kilometer dari mulai Kecamatan Rumpin – Parungpanjang – Gunungsindur sampai perbatasan Tanggerang.

Anggaran yang dibutuhkan, untuk membangun jalan khusus angkutan tambang itu diperkirakan mencapai Rp 400 miliar. Alokasi terbesar disedot untuk pembebasan lahan. (Noverando H)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 22 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar