Jonan Minta BBM Kendaraan Pemudik Selalu Terisi

1053
PT Pertamina (Persero) menyiapkan 19 sepeda motor untuk mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) dalam kemasan saat lalu lintas jalur arus mudik dan balik Lebaran mengalami kemacetan. (google images)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta bahan bakar minyak (BBM) di tangki kendaraan pribadi dari pemudik selalu dalam kondisi penuh.

“Selagi ada kesempatan isi bahan bakar, sebelum memasuki tol, atau saat berangkat mudik itu harus terisi penuh. Untuk menghindari kemacetan akibat adanya antrean di SPBU,” kata Jonan ketika meninjau pasokan distribusi di DEPO Plumpang, Jakarta, Rabu.

Jonan mengingatkan hal tersebut juga menguntungkan dari pemudik, sebab kalaupun ada sisa bahan bakar, dapat ditampung untuk cadangan arus balik. Menurutnya dengan adanya hal tersebut, distribusi BBM Pertamina juga lebih terbantu dan tidak terjadi penumpukan di satu titik.

Rabu (14/6) pagi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau kondisi pasokan Depo Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang, Jakarta, dalam rangka persiapan Lebaran 2017.

Menteri Jonan beserta rombongan datang pada pukul 09.30 WIB, kemudian berkeliling Depo untuk memantau kesiapan serta kondisi perlengkapan.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan persiapan menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah di tiga sektor ESDM yaitu sektor minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, dan kebencanaan geologi.

Selain itu juga, pembentukan Satuan Tugas Sektor Energi (Satgas Energi) lintas Kementerian untuk memastikan ketersedian pasokan dan distribusi BBM, bahan bakar gas (BBG), liquefied petroleum gas (LPG), listrik, hingga antisipasi bencana kegeologian sebelum dan selama Idul Fitri 1438 Hijriah untuk memastikan semuanya berada pada posisi aman bagi masyarakat.

Kesiapan sektor migas secara umum/nasional proses penyaluran BBM dan LPG berjalan normal, di mana kondisi stok BBM dan LPG dalam kondisi normal dengan rincian BBM jenis Premium untuk ketersediaan 23,50 hari, Solar: 25,59 hari, Pertalite: 24,8 hari, Kerosene: 71,80 hari, Pertamax: 22,83 hari, Pertamax Turbo: 31,03 hari, Pertamina Dex: 37,56 hari, LPG: 16,71 hari dan Avtur 26,48 hari.

Untuk sektor ketenagalistrikan secara nasional, Beban Puncak sebagian besar dalam kondisi Normal. Secara keseluruhan daya pasok Nasional sebesar 37.26 GW. Beban puncak sebesar 31.70 GW sehingga cadangan operasi sebesar 5.563 GW.

Untuk sektor kebencanaan Geologi teradapat 1 (satu) gunung api dalam tingkat aktivitas awas (level IV) yaitu Gunung Sinabung.

Sebanyak 17 gunung api dalam tingkat aktivitas waspada (level II) yaitu Gunung Karangetang, Gunung Lokon, Gunung Rinjani, Gunung Soputan, Gunung Sangeangapi, Gunung Rokatenda, dan Gunung Dukono.

Kemudian Gunung Ibu, Gunung Gamkonora, Gunung Gamalama, Gunung Banda Api, Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Anak Krakatau, Gunung Dempo, Gunung Marapi, dan Gunung Kerinci dan tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta serta jiwa.  (Antara)

SHARE

Tinggalkan Komentar