Kabupaten Bogor ‘Kebanjiran’ Pengungsi

374
sumber gambar: https://viriyaps.files.wordpress.com

Kabupaten Bogor kebanjiran imigran dengan status pengungsi, sebagian besar mereka itu berasal dari negara-negara yang sedang berkonflik. Data dari kantor Kesatuan Bangsa dan Politik saat ini tercatat jumlah pengungsi tercapai 1.766 orang.

“Awalnya jumlah pengungsi itu 1.623 orang tapi belakangan naik menjadi 1.766. Para pengungsi itu berada di bawah pengawasan badan dunia PBB yang mengurusi soal pengungsi atau imgran unitied nations high commissioner (UNHCR) melalui anak organisasinya internasional organization for migr ation (IOM)”,kata kepala kantor kesbangpol wawan darmawan kepada wartawan,senin (29/01).

wawan mengatakan,para pengungsi sebagian besar bermukin di kawasan puncak, kecamatan cisaura. Penunjukan lokasi penampung itu merujuk pada paraturan presiden nomor 125 tahun 2016 di mana pemerintah daerah yang banyak didatangi pengungsi ditugaskan menunjuk lokasi pengungsian demi membantu para imigram tersebut.

“Pengungsi atau imigram di tempatkan sementara ,sebelum UNHCR dan IOM dibawa atau menetap di negara yang di tuju pengungsi ,”ujarnya.

sebelunya puncak, kata wawan, pamkab telah menunjuk atau menetapkan lokasi penampung sementara di daerah ciawi dengan kapasitas 235 kamar, tapi lantaran terbentur anggaran, lokasi yang sudah di tetapkan itu gagal sebagian tempat penampungan.

“penangungan pengungsi itu bukan urusan daerah semata,tapi harus melibatkan semua unsur pemerintahan dan organisasi internasiaonal ,apalagi ini menyangkut kemanusiaan lintas batas negara. Makanya, kita berharap organisasi internasional termasuk IOM segera memberikan bantuan dananya lagi, untuk kelangsungan para pengungsi sebelum di pindahkan atau di bawa ke negara tujuan”, tutupnya.

sebagai informasi, mayoritas pengungsi yang tinggal atau menetap di wilayah kabupaten Bogor berasal dari beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah, di antara nya suriah, irak, palestina dan afganistan.

Para pengungsi sampai ke indonesia setelah menempuh perjalalan panjang melalui jalur laut. Ironisnya sebgian besar dari para pengungsi itu masuk ke indonesia melalui jalur ilegal dengan tujuan ahir Australia.

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 29 Januari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar