Kabupaten Diberi Jatah 2.209 Formasi P3k

306
sumber gambar: https://mmc.tirto.id

Kebijakan kementerian pendayaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (kemenPan- RBI) merekrut mantan pegawai honor daerah yang masuk kategori K2 dengan sistem perjanjian kontrak atau p3k menjadi solusi mengatasi kekurangan pegawai khususnya untuk tenaga fungsional. 

Permerintahan kabupaten Bogor, mendapatkan jatah atau kuota tenaga P3K sebanyak 2.209 formasi. Keputusan pemberian kuota tersebut dikeluarkan badan kepegawai Negara (BKN) kemen PAN RBI.

“Kuota yang diberikan BKN untuk Kabupaten Bogor sangat besar, jauh dibandingkan daerah lain. makannya kita langsung terima,” Kata Bupati Ade Yasin kepada wartawan di temui usia melantik tiga pejabat fungsional, Selasa (2/02).

Sebagai informasi kuota sebanyak 2.209 formasi itu diprioritaskan pegawai fungsional seperti tenaga pendidikan/guru, Kesehatan dan penyuluan pertanian/ peternakan yang masuk kategori 2 anat K2 yang merupakan mantan pegawai honor daerah.

Data badan kepegawaian, pendidikan dan pelatihan (BKPP) jumlah pegawai K2 di Bumi Tegar Beriman yang mencapai 3.012 orang para pegawai K2 umumnya pegawai honor daerah (honda) yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) pada tahun 2005dan 2006.

perekrutan termasuk seleksi tenaga P3k itu tidak ditanggung APBN, tapi dibebankan pada keuangan daerah. Para pertinggi pemkap pun kini sedang mencari solusi terkait pengangguran pasalnya keputusan perekrutan tenaga P3K dikeluarkan, ketikan APBD sedang berjalan.

ini yang carikan solusinya Karena anggaran yang sudah diterapkan di APBD tidak bisa dialihkan, tapi yang pasti, ttahun ini perekrutan dan seleksi tenaga P3K akan kita laksanakan, apalagi kita kebutuhan akan ketersesian tenaga pengajar, medis dan pemyuluhan pertandingan/ peternakan sangat mendesak kata Ade Yasin.

Kepada Badan kepegawaian pendidikan data pelatihan/ BKPP dadang irfan menjelaskan dari 2.209 kuota yang diberikan BKN sebagai besar dialokkasihkan untuk tenaga pendidikan atau guru.

Guru mendapatkan jatah terbanyak, yakni 2,122 orang kemudian tenaga kesehatan atau medis, termasuk didalamnya medis termasuk didalamnya perawat bidang dan mantra sebagai 17 orang siswanya tenaga penyuluan pertanian/ peternakan 50 orang terangnya.

Ketika ditanya kapan perekrutan dan seleksi dibuka Dadang mengaku menunggu Keputusan dan kemen PAN RB karena pelak sanaan seleksi serentak di sepupu daerah. 

“Panitia selaksan dari BKN, tapi kalau penyelenggaran dan kelengkapan sarana serta prasarananya disediakan daerah yang ditunjuk kabupaten sangan siap, bila dipercaya BKN dan itu kita buktikan saat seleksi penerimaan CPNS 2018 lalu,” tegasnya.

 Dadang pun berharap syarat usia tidak dipatok diangka 35 tahun seperti saat penerimaan CPNS lalu karena banyak dari tenaga K2 usianya diatas 35 tahun ini yang sedang diperjuangkan sama daerah.Apalagi tertua P3K akan diprioritaskan untuk mereka yang gagal masuk seleksi pada penerimaan (CPNS)2018 lalu.

pegawai yag bisa ikut seleksi P3K itu hanya mereka yang tercatat sebagai K2, diluar itu tidak bolehdata atau nama pegawai K2 itu semuanya sudah dicatat atau ada diBKN,” katnya.

Ketika ditanya soal gaji Dadang menerapkan berdasarkan aturan yang dikeluarkan pemerintahan pusat, tenaga P3K dengan pendidikan pusat, tenaga P3k dengan pendidikan strata I akan mendapatkan gaji setara dengan pegawai Negeri sipil ( PNS ) golongan III A.

Tapi dia badanya, tenaga P3k tidak mendapatkan pensipun rutin, Karena pengangkatan mereka berdasarkan prinsip profrnsional” tutupnya 

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 13 Februari

SHARE

Tinggalkan Komentar