Kebakaran Hutan Meluas Riau Siaga Karhutla

310
sumber gambar: https://mmc.tirto.id

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Bumi lancang Kuning. Kebakaran meluas hingga Badan penanggulan bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan, kebakaran melonjak hampir 100 persen dalam tiga hari terahir. Total luas kebakaran yang tercatat pusat data dan informasi (pusdatin) BPBD Riau dari 1 januari 2019 lebih kurang 841,71 hektare.

“Padahal pekan lalu, total luas lahan yang terbakar sekitar 497 hektar,” Kata Kepala pelaksana BPBD Riao, Edwar sanger.

Pada Jumat (15/2), dia merinci kabupaten Bengkalis merupakan wilayah yang mengalami kebakaran terpara sepanjang awal tahun ini. Tercatat, seluas 626 hektare lahan yang mayoritas gambut terbakar disalah satu kabupaten terkaya di indonesia tersebut.

Dari catatan, angka itu melonjak tajam dalam tiga hari terakhir, setelah pada 15 Februari lalu tercatat hanya seluas 322 hektare wilayah itu mengalami kebakaran. saat ini, pemerintahan kabupaten Bengkalis telah menetapkan status siaga karhutla, dan masih terus berjibaku melakukan upaya pemadaman di sejumlah kecamatan, seperti Rupat, Bantan, dan Talang muandau, ”saat ini sudah ada dua daerah yang ditetepkan status siaga,” Bengkalis dan Dumai,ujar Edwar.

selain Bengkalis, Wilayah lainya yang mengalami Kebakaran Cukup Parah adalah Rokan Hilir dengan total luas mencapai 117 hektare, Dumai 43,5 hektare, meranti 20,2 hektare, siak 5 hektare serta kampar 14hektare.

 Pemerintahan Provinsi Riau menyatakan akan segera menetapkan status siaga Karhutla menyusun masifnya bencana tersebut diawal 2019 ini hingga mulai berdampak terjadinya kabut asap di sejumlah daerah. Edwar menjelaskan, secara regulasi, pemerintahan Provinsi Riau telah memenuhi syarat untuk segera menetapkan status siaga karhutla 2019 sebab dua daerah di riau, yakni kota Dumai dan Bengkalis telah terlebih dahulu menetapkan status tersebut medio pekan ini. 

Syarat penetapan status siaga Karhutla di tingkatprovinsi, kata edwar, dapat delakukan setelah ada menetapkan status tersebut terlebih dahulu,” secara aturan sudah. dua daerah status siaga sudah terpenuhi aturan,” ujar dia.

Lebih jauh Edwar sanger menjelaskan, jika pemprov Riau telah menetapkan status siaga karhutka,  BPBD Riau segera berkordinasi dengan badan Nasional penanggulangan bencana (BPBD),” begitu sudah ditetapkan, saya laporkan ke BPBD untuk minta bantuan dan pendampingan Termasuk minta tambahan Helikopter dan lainnya,” ujar dia.

Namun, untuk saat ini dia menegaskan akan mengoptimalkan kekuatan yang ada , terutama dua helikopter bantuan KLHK dan pihak swasta. Heli dalam beberapa hari ini menjadi andalan untuk kegiatan patrolidan upaya pemadaman melalui operasi pengeboman air. ” Kita manfaatkan dulu yang ada ,” kata Edwar.

Jaringan kerja penyelamat Hutan Riau (Jikalahari )mengungkapkan, menurut data satelit ada puluhan titik panas indikasih awal karhutla di 13 area perusahaan kehutanan dan kelapa sawit  di provinsi Riau. Kebakaran itu terjadi pada medio 11-17 februari 2019. 

“Kami menggunakan (data) satelit Terra- Aqua modis, sama persis seperti yang digunakan oleh BMKG. bedanya  adalah, kita melakukan overlaydengan peta peta kawasan hutan, peta peruntukan gambut dan pemegangan izin ,” kata wakil Koordinator Jikalahari Okto Yugo Setio. 

jikalau hari Memadukan data Titik Panas berdasarkan citra satelit dengan peta Hak Guna Usaha (HGU) Badan Pertahanan Nasional 2010, peta Konsesi Kementerian Kehutanan 2010 peta kawasan konservasi Kementerian kehutanan  2010 dan draf Rencana tata ruang dan wilayah provinsi Riau 2011. Pemandu data sebaran titik panas dengan peta-peta tersebut menunjukan selama 11-17 februari 2019 ada 53 tititk panas di area perusahaan industri kehutanan dan kepala sawit. 

Dia menjelaskan, “Jikalahari mengeluarkan data-data terkait titik panas tersebut sebagai rujuk awal bagi instansi terkait dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulan kebakaran hutan dan lahan di Riau. supaya lebih jelas siapa yang harus bertanggung jawab untuk menindaklanjutinya,” kata Okto.

BNPB mengklaim pemadaman kebakaran lahan di wilayah-wilayah Riau terus dilakukan. Kasubdit Tanggap Darurat BNPB Budhi Erwanto mengatakan, hingga senin (18/2) beberapa titik di riau masih berasap. selain itu, kata Budhi, jarak pandang di Dumai meski masih normal, asap di sekitar titik karhutla cukup pekat .

Sementara Deputi  Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah mengklain, udara baik dan clear. ”Pemadaman dengan operasi darat dan operasiudara water bombing. Detailnya tanya BPBD Provinisi Riau ya,” kata Hermensyah. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 20 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar