Keberadaan Situ Sumur 7 Masih Dipertanyakan

263
sumber gambar : http://cdn2.tstatic.net

Pemerintah Kota Bogor memberikan penjelasan usai memanggil pengembang yang dikabarkan akan membangun ruko dan perumahan di lahan seluas 6.000 meter di wilayah RT 04/RW 05, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan yang juga disebut-sebut sebagai tempat Situs Sumur 7. Kini bahkan ditempat tersebut diyakini adanya Batu Linggayoni peninggalan Kerajaan Pajajaran menyeruak ketika warga ramai membicarakan tentang keberadaan situs cagar budaya Sumur 7 yang hilang karena adanya aktivitas di lokasi tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan bahwa dari hasil pertemuan dengan puhak pengembangan ataupemilik lahan, mengaku belum memiliki tujuan untuk mendirikan bangunan di kawasan yang disebut terdapat situs cagar budaya Sumur 7. “Satuu yang harus dipahami tidak ada maksud pengembang atau pemilik lahan itu untuk membangun apartemen disitu, tidak ada juga akan mendiirkan bangunan,” katanya Senin (10/12) usai pertemuan dengan pengembang, Dispubpar dan beberapa aparatur pemerintah lainnya di Balaikota.

Ade menjelaskan bahwa dari pengakuan dan penuturan pengembangan akan membuat turap atau tebing penahan tanah agar lokasi tersebut aman untuk warga sekitar. Hal itu dilakukan mengingat tingginya intensitas curah hujan di kawasan tersebut. “Cuma dia ingin tempat itu aman saja, tidak mebuat apa namanya takut longsor karena di bawah kan ada rumah kalau hujan terus kan jadi masalah makanya diturap dibikin turap hanya itu saja dia cerita,” ucapnya.

Mengenai kabar beredarnya bahwa Sumur 7 dibongkar oleh pengembang menurut Ade dari cerita pemilik lahan sumur tersebut hanya diperbaiki. “Enggak ada pembangunan disitu, dia membangun turap agar tempat itu amanlah, sumur itu masih ada, hanya tiitk sumurnya itu dibuat diperbaiki takut kalau sumur itu diperlukan, titik sumbernya itu dibuat sumur takut diperlukan takut dipermasalahkan, jadi dia sengaja dibuat sumur, katanya waktu itu tidak terawat, makannya sama dia dibuat sumur 1.

Mengenai status Situs Cagar Budaya dilokasi tersebut pihaknya belum bisa memastikan. Hanya saja kata Ade siapun yang akan melakukan pembangunan harus mengurus izin terlebih dahulu. Jangan sampai memabngun tanpa memgang izin.

“Kalau Bangker mandiri iya saya tau itu, kalau sumur saya belum tau, nanti lagi ngecek dulu (status situs cagar budaya), iya tanahanya punya perorangan dia beli, kalau kita sih namanya ada investor bagus juga, tapi jangan sampai dia membangun tanpa ada izinnya ternyata dia belum ada niatan izin sama sekali,” katanya (Handy Mehonk)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, Edisi 11 Desember 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar