KEMENHUB Uji Coba Sembilan Jembatan Timbang

1649
Jembatan Timbang (google images)

Kementerian Perhubungan akan menguji coba pengoperasian sebanyak sembilan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang melalui proyek percontohan setelah diambilalih dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar saat peluncuran truk pelopor keselamatan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, mengatakan uji coba tersebut akan dilakukan awal tahun ini.

“Sembilan jembatan timbang ini kita fokuskan dan diambil di lokasi-lokasi yang strategis sebagai proyek percontohan,” ucapnya.

Dia menyebutkan total jembatan timbang di seluruh Indonesia, yakni 141 jembatan timbang, namun hanya 29 yang dinilai laik.

Sembilan jembatan timbang tersebut, di antaranya Jembatan Timbang Seumadam-Aceh, Sarolangun-Jambi, Senawar Jaya-Sumatera Selatan, Losarang-Jawa Barat, Wanareja-Jawa Tengah, Widodaren-Jawa Timur, Widang-Jawa Timur, Bitung-Sulawesi Utara dan Maccopa-Sulawesi Selatan.

“Apa yang kita harapkan bisa berkualitas, bertanggung jawab karena ini komitmen bersama agar pengoperasian jembatan timbang yang bersih ini terwujud,” tegasnya.

Pudji mengakui bahwa pengoperasian jembatan timbang tidak sepenuhnya optimal, namun dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, artinya seluruh Terminal Tipe A dan jembatan timbang sepenuhnya harus dikembalikan ke pemerintah pusat, diharapkan pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik.

Salah satunya, dia menyebutkan, tidak ada lagi angkutan barang yang kelebihan muatan yang ditengarai menjadi penyebab jalan raya rusak.

Masalah lain jembatan timbang, Pudji menyebutkan, yaitu kelebihan dimensi, yaitu pengangkutan barang yang ukurannya melebihi ukuran kendaraan tersebut, seperti kayu dan besi.

“Dibutuhkan komitmen dari parapelaku usaha untuk keselamatan pengangkutan barang,” ujarnya.

Upaya lainnya, lanjut dia, akan dimulai pengangkutan barang jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro rute Jakarta-Surabaya untuk mengurangi beban jalan raya.

“Harapannya ini kepadatan Jalan Pantura akan berkurang, saat ini sudah ada jalur laut Panjang-Jakarta,” imbuhnya.  (Antara)

SHARE

Tinggalkan Komentar