Kemenko Maritim Percepat Pengembangan Jalur Selatan Jawa

705
okezone.com

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko
Maritim) mempercepat pembangunan jalur pelayaran perintis di bagian
selatan Pulau Jawa, terutama pembangunan berbagai infrastuktur pendukung
guna menciptakan keseimbangan dengan kawasan utara.

Percepatan pembangunan itu bertujuan untuk mendukung program tol laut yang
telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, agar kesenjangan
sarana dan prasarana antara utara dan selatan Pulau Jawa bisa dikurangi.

“Sebagaimana kita ketahui, selatan Jawa itu adalah bagian dari Pulau Jawa
yang kurang berkembang, kita sedang menginventarisasi masalah-masalah yang
terjadi di selatan Pulau Jawa, kemudian kita carikan jalan keluarnya,”
kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastuktur Kemenko Kemaritiman Ridwan
Djamaluddin dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Ridwan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Jalur Perintis di
Selatan Pulau Jawa di Semarang, Selasa (10/10), mengatakan kementerian
akan mengadakan rakor tingkat menteri untuk membahas lebih lanjut
permasalahan-permasalahan yang terjadi.

Rakor tersebut melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM,
Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian
Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat.

“Ini berpotensi akan menjadi Rakor Pusat dan Daerah Kemaritiman-Bank
Indonesia yang selama ini kita lakukan. Dari daerah kita akan undang
pemprov dan tujuh pemkab penggagas, karena ada beberapa infrastuktur
prioritas yang diharapkan oleh wilayah-wilayah di Selatan Pulau Jawa,”
imbuhnya.

Asisten Deputi Infrastuktur Konektivitas Sistem Logistik Kemenko Maritim
Rusli Rahim menjelaskan mengenai tingkat kesulitan pengembangan jalur
perintis di Selatan Pulau Jawa.

Menurut dia, Laut Selatan memiliki kompleksitas tersendiri, di antaranya
level gelombang yang tinggi. Oleh karenanya, lanjut Rusli, bila ditinjau
dari aspek pelayaran maka perlu adanya dukungan penuh dari berbagai pihak
untuk merealisasikannya.

“Jalur Selatan relatif sulit dengan tingkat gelombang yang cukup tinggi,
sehingga kalau kita dari aspek pelayaran perlu ada satu dukungan penuh
baik itu sarana dan prasarana,” jelasnya.

Dalam Rakor Pengembangan Jalur Perintis di Selatan Pulau Jawa itu turut
hadir perwakilan dari tujuh kabupaten terkait diantaranya Kabupaten
Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kulonprogo,
Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Trenggalek.

Sebagian besar perwakilan menyampaikan berbagai kendala dan potensi di
masing-masing wilayahnya.

Sebagai kesimpulan rapat, daerah-daerah di Selatan Pulau Jawa sudah harus
mempersiapkan potensi unggulan sehingga dapat meningkatkan perekonomian
daerah setempat, termasuk kemudahan dalam pemenuhan rantai pasok dan
logistik dari wilayah kabupaten di Jalur Selatan.

Jalur pelayaran perintis di Selatan Pulau Jawa ditargetkan bisa
terealisasi pada akhir 2019. Realisasi tersebut diharapkan pula dapat
meminimalisir beban kepadatan�Jalur Utara Jawa serta menumbuhkan
pusat ekonomi baru di bagian Selatan Pulau Jawa

SHARE

Tinggalkan Komentar