Kepala BNN Bersama Polri Perketat Jalur Masuk Jaringan Narkoba

609
sumber gambar: www.aktual.com

Badan Narkotika Nasional (BNN) Bersama kepolisian RI dan pihak terkait lainnya bertekad bakal memperketat jalur masuk jaringan narkotika dan memberantas bahaya narkotika diIndonesia.

Hal ini disampaikan kepada BNN, Heru Winarko saat menggelar acaraSosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika serta perkusor Narkotika (P4GN) dan olah raga Bersama keluarga besar BNN dengan keluarga besar Delima Nusantara di lapangan futsal BNN Lido, Bogor, Sabtu(16/2).

Menurutnya, ada beberapa metode dalam pencegahan masuknya jaringan narkoba. Antara lain melalui dasar pencegahan berbasis pemberantasan dan pemberantasan berbasis pencegahan. “Jadi dengan jejaring serta sarana prasarana yang ada, kami semua akan bersatu padu untuk memberantas narkoba,” katanya.

Ia menyebut, berdasarkan data yang ada sejauh ini pintu masuk jaringan narkoba di Indonesia sangat banyak. Misalnya, dikatar saja setidaknya yang line ada 1.400 pintu masuk ilegal, belum lagi melalui jalur laut.

“Kalau dihitung kurang lebih seluruh Indonesia itu ada 2.500 pintu masuk. Karenanya, penting untuk memberdayakan semua pihak, baik itu dari Bakamda kepolisian, TNI dan kementrian Dalam Negeri. Mengingat tiga pilar inilah nantinya yang akan diperkuat guna mengoptimalkan jalur-jalur tikus,” jelas Heru.

Modus terbaru penyeludupan, sambungnya, saat ini banyak dikirim melalui paket dan alat-alat makanan. Begitu juga dengan negara-negara yang jadi pemasoknya.

Sementara Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono mengatakan bahwa jajaran yang tergabung dan sudah terkait dalam Angkatan Akademi Delima Nusantara yakni AD, AL dan Polri, dalam hal ini akan mensosialisasikan bahaya narkoba sebagaimana ajakan BNN.

“Peran BNN sangat hebat, dan apa yang sudah kita laksanakan melalui kebersamaan ini tentunya diharapkan bisa mengeliminir atau memperkecil masuknya narkotika ke Indonesia,” terangnya.

Ia pun mengapresiasi soal pelaksanaan kegiatan sosialisasi P4GN yang diadakan pihak BNN. Apalagi, narkotika dianggap oleh masyarakat dunia sebagai musuh-musuh dunia. “Kalaupun ada sebagian negara yang mengijinkan, bukan berarti memberi kebebasan dalam menggunakan narkotika, apalagi dalam jumlah besar. Jadi ada batasannya dalam rangka terapi,” tegas Wakapolri. (CR-JR-2)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 18 Februari 2019

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here