Kereta Anjlok Operasional Terhenti dan Diupayakan Normal Hari Ini

134
sumber gambar: https://sgp1.digitaloceanspaces.com

Commuter line bernomor KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor anjlok dan menabrak tebingan sehingga mengakibatkan dua tiang listrik aliran atas (LAA) roboh di Jalan Petak perlintasan kereta Kebon Pedes, Kelurahan Kebon pedes, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Minggu (10/3), pukul 10.14 WIB. Alhasil, operasional kereta Bogor menuju Jakarta terpaksa dihentikan.

PT Kreta Commuterline Indoneisa (KCI) sendiir menargetkan evakuasi dan perbaikan gerbong commuterline atau KRL yang anjlok selesai pada Minggu malam sehingga perjalanan KRL dapat kembali normal pada Senin (11/3) hari ini. 

“Sampai saat ini petugas masih melakukan evakuasi tida kereta yang mengalami anjlok degan menggunakan alat berat,” kata VP Komunikasi PT KCI, Eva Chirunisa.

Selain evakuasi sarana KRL, Jelas Eva, pihaknya juga tengah fokus pada proses perbaikan prasarana perkeretaapian seperti jaringan kabel listrik Aliran Atas (LAA), jalur rel dan penggantian tiang LAA juga terus dilakukan secara pararel oleh tim prasarana. Terkait hal itu, untuk saat ini sampai dengan sekira pukul 19.00 WIB, perjalaan KRL dari dan menuju Stasiun Bogor belum dapat dilayani.

“Bagi pengguna jasa yang akan menggunakan KRL perjalanan dapat dilakuakn mellaui Stasiun Bojong Gede sementara perjalanan KRL dari arah Jakarta Kota atau Jatinegara jga hanya dapat dilakukan sampai dengan Staisun Bojong gede dan Depok sebagai stasiun pemberhentian akhir,” ujar Eva. “Untuk operasiona KRL lintas lainnya berlangsung normal,” imbuhnya.

Sementara pada peristiwa anjloknya KA 1722, tak ada korban jiwa dalam peristiwa naas anjloknya lima dari 13 gerbong tersebut. Namun, sebanyak 19 penumpang mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke Rumas Sakit Slak dan PMI.

Berdasarkan pantauan lapangan, sebanyak lima gerbong kereta yang anjlok tersebut menutupi rel dari arah Bogor menju Jakarta dan menyebabkan aliran listrik di Jalur tersebut padam. Evakuasi terhadap commuter line sedniri melibatkan unsur PT KAI Kementerian Perhubungan BPBD Kota Bogor, TNI, Polri, dan Damkar baik kota maupun Kabupaten Bogor.

Salah seorang saksi mata, Sugono (40) menjelaskan, sebelum kejadian kereta tersebut semoat terlihat goyang saat akan melintasi perlintasan Kebon Pedes. “Kereta melaju dari arah Jakarta menuju Bogor, ketika itu sempat terlihat goyang. Lantas saat melewati perlintasan kereta anjlok dan langsung menabrak tebingan,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, setelah kejadian tersebut warga langsung berhamburan untuk menyelamatkan penumpang. “Termasuk juga masinisnya langsung dievakuasi warga,” ungkapnya.

Dalam kesematan berbeda, Direktur Keselamatan PT Kereta Ap Indoneisa, Edi Nur Salam mengatakan bahwa pihaknya bersama Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut.

“Sedang diteliti apa penyebab. Ya, isa saja dari human error, roda ataupun dari atas,” jelasnya.

Edi menegaskan bahwa kejadian serupa baru pertama ali terjadi. Sebab, selama ini peristiwa kereta anjlok hanya terjadi daat berada di depo saja. “Ya, kalaupun anjlok di depo itu karena roda melesat, saat weel belum menutup kereta sudah lewat. Sebab, jarak roda dan wesel harus pas,” ucapnya.

Edi menuturkan bahwa biaya pengobatan korban pada peristiwa naas tersebut seluruhnya ditangung oleh PT KAI mellaui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator. “Berdasarkan data sementara ada 17 korban yang dirawat di RS PMI, Salak dan Klinik Kereta Api. Saat itu masisnis yang bertugas adalah Yakub. Iapun sempat pingsan ketika kejadian,” jelasnya.

Kata Edi, saat ini pihaknya tengah berupaya menormalkan kembali jalur kereta dari Bogor menuju Jakarta dan sebaliknya. “Yang jadi masalah sekarang adalah dua tiang LAA roboh dan harus diganti arena aluran listrik Bogor ke Cilebut mati sama sekali. Kami mendatangkan dua crane dari Bandung dan Cianjur. Jadi sementara operasional kereta dimulai dari Bogor,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang keluarga korban atas nama Lilis (23) Kampung Rawadun, Duren Sawit, Jakarta Timur, Cepi mengatakan bahwa kejadian saat itu begitu cepat. “Dia nggak tahu pasti awalnya bagaimana, saat kejadian saudara saya sempat terinjak – injak oleh penumpang lain dang megalami cedera pada bagian kaki dan perut,” katanya.

Cepi mengatakan bahwa kedatangan Lilis ke Bogor adalah unutk bekerja pada sebuah salon di kawasan Air Mnacur, Jlan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tenagh.

Dlaam kesempatan berbeda, kepala Rumah Sakit salak, Mayor Ckm dr Sarah mengatakan bahwa ada dua pasien, yakni ibu dan anak ke RS PMI karena harus dilakukan CT Scan.

“Selain itu ada lima pasien yang sedang diobservasi. Sedangkan dua pasein ainya sudah diizinkan ulang,” katanya.

Ia menuturkan bahwa rata-rata korban anjlok commuter line megalami trauma dan luka benturan ringan. “Maisng-masing korban akan ditangani oleh dokter berbeda, yakni ortopedi dan dokter bedah. “Sementara masisnisnya masih syok, dan ada memar pada kaki dan lengannya, Sekarang sedang dirawat di ruang Kartika,” ungkapnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 11 Maret 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar