Khawatir Serah Terima SPAM Katulampa Terhambat

559
sumber gambar : https://cdn.medcom.id

Imbas OTT KPK di Kementerian PUPR

Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK Kepala sejumlah Pejabat Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait dugaan suap pada sejumlah proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) 2017-2018, membuat PDAM Tirta Pakuan ketar-ketir. Hal itu lantaran SPAM Katulampa sempat disebut-sebt oleh komisi antirasuah tersebut.

PDAM khawatir jika kasus tersebut dapat membuat serah terima SPAM terhambat, sehingga mempengaruhi pasokan air bersih bagi masyarakat.

“Kami khawatir SPAM Katulampa dijadikan barang atau alat bukti atau apa, yang nanti jadi mundur pengoperasiannya dan tidak bisa digunakan untuk pelayanan masyarakat,” ucap Sekretaris PDAM Tirta Pakuan, Teguh Setiadi kepada wartawan, baru-baru ini.

Ia menyatakan bahwa dalam proyek pembangunan SPAM Katulampa pihaknya hanya menyediakan lahan seluas 1,9 hektar di Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Selain itu, dalam proyek tersebut pihaknya hanya terlibat dalam pemasangan pipa hingga DED. Sementara untuk SPAM, semua roses dan mekanisme pengadaan dilakukan Kementrian PURP.

“Yang saya tahu, kita hanya menyediakan lahan, mulai tahun 2014 untuk seluruh kawasan 1,9 hektar dan itu sudah clear, pengadaan lahan dilakukan oleh kami dengan summer dan PDAM sekitar 8 hingga 9 miliar rupiah,” kata Teguh.

Kata dia, untuk jaringan per pipaan gak ada kaitan dengan SPAM, kalau pembanguna SPAM dilakukan kementerian semua. Tapi lanjut dia, terkait pekerjaan langsung tidak ada kaitan dengan kasus suap yang di OTT KPK.

Untuk mendapat hibah, sambung dia, PDAM mulanya mengajukan denga tujuan untuk meningkakan pelayanan, karena kalau tidak ada inovasi baru maka kebutuhan air akan stak. Karena jumlah peanggan terus meningkat. “Awalnya di desai 600 liter.detik tapi untuk tahap pertama 300 liter/detik,” ucapnya.

Selain SPAM Katulampa PDAM juga mendapat hibah untuk SMPAM Palasari. Tetapi bantuan tersebut PDAM hanya menerima manfaat. “Setelah bangunan selesai maka serahkan ke kami, jadi kami hanya operator bangunan tinggal terima kunci dan terima pakai,” jelasnya.

Diketahui, keberadaan SMPA Katulampa dapat melayani 21 ribu pelanggan di beberapa zona. Sementara untuk nilai proyek mencapa Rp 60 miliar. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 21 Januari 2019

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here