Kondisi Terminal Bubulak Memprihatinkan

501
sumber gambar: www.kupasmerdeka.com

Kondisi Terminal Bubulak di kecamatan Bogor Barat semakin hari makin memprihatinkan. Bahkan, infastruktur di kawasan tersebut rusak parah, salah satunya adalah akses keluar masuk menuju terminal yang mirip ‘kubangan berbau’.

Menanggapi hal itu, kedua komisi III DPRD kota Bogor, Mahpudi Ismail mengatakan, terminal tersebut sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya lantaran kondisinya yang kumuh dan kerap dijadikan tempat nongkrong oleh oknum tertentu.

“Siapa yang betah ada di Terminal Bubulak. Angkutan umun saja jarang yang mau masuk ke dalam. Apalagi penumpangnya,” ucap Mahpudi kepada wartawan, Selasa (19/2).

Seharusnya kata Mahpudi, Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah terkait keberlangsungan terminal tersebut. “Bila Dishub membuat perencanaan untuk membangun, DPRD pasti akan mendukung penuh,” ucapnya.

Namun sejauh ini, sambung dia, Dishub terkesan cuek dan tidak mau membangun Terminal Bubulak. “Dalam penataan transportasi banyak yang gagal. Konversi angkutan gagal akhirnya terbengkalai,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Lathif Fardiansyah mengaku prihatin dengan kondisi Terminal Bubulak. “Kondisi hancur kok dibiarkan, seharusnya  ditindaklanjuti dengan cepat. Pembangunan di kota Bogor harus merata harus adil hingga ke pelosok dan daerah perbatasan,” tegasnya.

Iapun meminta Dishub untuk segera menindaklanjuti buruknya infrastruktur transportasi. “Wujudkan pembangunan yang berkeadilan, Dishub jangan hanya membangun yang akhirnya mubazir,” tuturnya.

Dalam kesempatan berbeda, kepala UPTD Terminal Dishub kota Bogor Islahudin enggan berkomentar banyak terkait disinggung perihal kondisi Terminal Bubulak. Namun, kata dia, hancurnya jalan di kawasan tersebut diakibatkan tingginya curah hujan di kota Bogor.

“Tak ada yang membiarkan. Sebelumnya sudah diaspal, namun karena curah hujan yang tinggi jalannya rusak lagi, tahun ini akan dirigit kembali,” kungkasnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 20 Februari 2019

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here