Konversi Angkot Modern Terus Disorot

321
Sumber gambar : https://dinamikabogor.com

Polemik konversi tiga angkutan menjadi satu angkot modern terus menjadi sorotan. Tak terkecuali dari Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman. Menurutnya, Dinas Perhubungan (Dishub) wajib melakukan evaluasi total terhadap kebijakan tersebut.

Hal itu lantaran Dishub dinilai tak melibatkan seluruh stakeholder dalam pelaksanaan reroting dan konversi angkot. “Sejauh ini Dishub sudah berhasi mengamankan SK Walikota, tapi realisasinya kurang pengamanan sehingga terjadi sejumlah permasalahan, salah satunya adanya aksi demo para supir angkot yang menolak angkot modern hasil konversi,” kata Usmar, Minggu (18/11).

Menurut dia, apabila dalam pelaksanaan program ada masalah, maka pasti ada tahapan yang tertinggal atau Dishub kurang melibatkan stakeholder. “Bisa saja ada hal-hal lain juga yang akhirnya menjadi hambatan dan timbulnya permasalahan,” ungkapnya.

Kata dia, konversi adalah satu modul alternatif bagi jalannya angkutan masal di Kota Bogor. Namun kata dia, dalam melaksanakan konversi seharusnya Dishub mengutakan skema tiga banding satu karena tujuan konversi itu targetnya menghidupkan angkutan busmasal yang saat ini sudah dijalankan PDJT.

Namun lanjut orang nomor dua itu, kenyataanya yang sudah berjalan yang sudah berjalan konversi tiga banding dua, sehingga menimbulkan polemik di internal para pengusaha angkot itu sendiri. “Kalau saja yang diutamakan tiga banding satu berjalan, maka tiga banding dua akan mudah dijalankan.” jelasnya.

Ia berpendapat, harusnya dalam program konversi mengutamakan tiga banding satu karena targetnya menghidupkan kembali bus PDJT. Para pengusaha angkot juga seharusnya dikondisikan dan dipastikan merealisasikandulu tiga banding satu, karena instrumen targetnya itu.

“Kenyataanya yang dijalankan tiga banding dua, padahal konversi tiga banding dua itu bisa dilaksanakan dengan mudah kalau tiga banding satu sudah dijalankan,” ucapnya.

Usmar menyayangkan sikap Dishub yang meloncati kebijakan sesuai SK Walikota, seharusnya dijalankan pertama tiga banding satu, tetapi yang berjalan duluan tiga banding dua.

“Intinya harus dilakukan evaluasi total Dishub ini dan semua program yang dijalankan di inventarisir, dimana saja permasalahan yang harus segera diselesaikan. ini pasti ada yang salah dan harus segera diselesaikan,” tandasnya.

Sebelumnya, ketua Badan Pengawas Kodjari, Dewi Jani Tjandera menilai bahwa Dishub tidak komitmen dalam menjalankan program konversi, dan tak melaksanakan SK Walikota 2018 tentang 30 trayek dan 7 TPK. Sebab pada kenyataanya SK Walikota 2012 tentang 23 trayek lintasan masih dijalankan. Sesuai dengan SK Walikota 2012 ada 23 trayek, sedangkan SK Walikota 2019 memiliki 23 trayek dan 7 TPK dan saat ini semuanya dijalankan berbarengan.

Dishub juga dinilai tidak tegas terhadap perusahaan angkot yang sudah melaksanaan sesuai keinginan Dishub. Namun, ketika ada permasalahan Dishub tidak bertanggung jawab menghadapi dengan memberikan jaminan terhadap angkot yang sudah menjalankan konversi.

“Sebagai perintis angkutan konversi sangat kecewa karena tidak ada kesiapan dari Dishub karena dianggap semua mudah dan seolah akan ancar, padahal dalam perjalananya bermasalah. Ketika ada peristiwa, tidak ada jaminan apa-apa dari Dishub sehingga angkot modern kami tidak bisa mengaspal,” ungkap Dewi

Ia mengaku sudah mengalami banyak kerugian, baik moril dan materil. Selain itu, para sopir juga menganggur akibat tidak beroperasinya angkot modern. Bukan itu saja, perusahaan tetap membayar biaya kredit bulanan dari angkot modern yang sudah jada, yakni 11 urut angkot modern yang tidak mengaspal.

“Persoalan angkot ini di Kota Bogor sudah kronis. Saat ini angkot sangat terpuruk, banyak angkot bukan dikuasai oleh pemilik angkot tetapi oleh supir supir angkot dan hal itu merugikan. Ketika perusahaan saya sanggup menjalankan konversi, kenapa malah Kodjari yang disorot, bukan malah dibantu untuk tetap beroperasional sebagai leader konversi di TPK 4,” tandanya. (Fredy Kristianto)

Sumber : Koran Jurnal Bogor, 19 November 2018

SHARE

Tinggalkan Komentar