‘Kopi Canda’ Tekan Kematian

218
sumber gambar: https://thumb.spotlight.id

Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Jasinga melakukan inovasi kelompok pembinaan ibu cinta anak dan bunda (Kopi Canda) untuk menemukan jumlah kematian ibu dan anak di wilayahnya. “Kegiatan ini merupakan usaha menurunkan kematian ibu dan anak, dalam bentuk pertemuan rutin seluruh bumil (Ibu hamil) baik yang beresiko maupun tidak dan dilaksanakan setiap hari Senin,” kata Kepala Puskesmas Jasinga Noor Alya kepada wartaan, kemarin.

Ia mengatakan, selain pemeriksaan rutin pihaknya memberikan penuyluhan, membaca buku KIA (Kesehatan ibu dan anak) sampai deteksi dini kasus bumil dengan ressiko tinggi sekaligus persiapan pra rujukan. “Pengisian lengkap stiker P4K (Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi) dan minum tablet tambah daranh bareng. Sehingga kedepan bumil menjadi lebih pintar, serta makin mengerti dengan bahaya pada masa kehamilan,” kata Alya.

Lebih lanjut ia menambahkan, yang harus diwaspadai ibu hamil akan mempersiapkan dengan benar untuk persalinan supaya selamat baik ibu dan anak, “Untuk tahun 2018 ada jumalh kematian 2 ibu dan 8 anak, pemicunya kelainan bawaan lahir dan berat badn rendh,” tambahnya.

Alya juga mengungkapkan, peserta Kopi Canda pun mengikuti test tulis tentang masalah KIA (kesehatan ibu dan anak) terhadap pemahaman bahaya resiko hamil. “Pencegahan lainnya jangan sampai ibu kurang daraj dan periksa HB baik ibu maupun calon anak, dan itu harus di siapkan dari awal,” pungkasnya. (CR-JB 3)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 9 Januari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar