Kopi Panas Lebih Sehat Dibanding Cold Brew

415
sumber gambar: http://www.foodiesz.com

Cuaca sering kali mempengaruhi preferenci seseorang dalam memilih kopi. Dalam cuaca yang dingin misalnya, secangkir kopi panas mungkin lebih disukai. Sebaliknya, segelas kopi dingin mungkin digemari di tengah cuaca terik. Dari segi rasa, kopi panas atau dingin memang memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, menurut sebuha penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Philadelphia dari segi kesehatan kopi panas ternyata lebih unggul dibandingkan kopi dingin.

Penelitian yang diunggah dalam jurnal Scientific Reports ini mengungkapkan kopi panas cenderung lebih menyehatkan karena memiliki kadar aktivitas antioksidan yang lebih tinggi. Antioksidan dapat memberi banyak manfaat menyehatkan, seperti menurunkan risiko penyakit jantunng, diabetes hingga kematian dini. “Kami menemukan kopi seduh panas memiliki lebih banyak kapasitas antioksidan,” ujar salah satu peneliti Megan Fuller seperti dilansir di Health.

Dari tingkat keasaman, Fuller dan tim menemukan kopi panas dan cold brew atau seduh dingin memiliki keasaman yang hampir sama. Padahal, selama ini kopi cold brew diyakini lebih ramah lambung karena memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan kopi panas.

Menurut penelitian, semua sampel kopi panas dan cold brew keasaman (pH) antara 4,85 hingga 5,13. Berdasarkan temuan ini, tim peneliti meniai kopi yang lebih ramah terhadap lambung.

Meski begitu, bukan berarti kopi cold brew sama sekali tak memiliki nilai positif. Koipi cold brew juga tetap mengandung antioksidan seperti halnya kopi panas. Kopi cold brewjuga memiliki beberapa keunggulan, salah satunya memiliki rasa yang lezat.

Rasa kopi yang lebih lezat akan menurunkan keinginan peminum kopi memasukkan tambahan-tambahan lain yang kurang mnyehatkan pada kopi. Beberapa tambahan yang dimaksud misalnya susu, krim, atau gula. (Asep Saepudin Sayyev)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 4 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar