Korban Granat yang Selamat Membaik Namun Masih Trauma

176
sumber gambar: www.aktual.com

Khaerul Islami (10), korban selamat ledakan granat yang terjadi di beberapa waktu yang lalu di kampung Wangun Jaya, RT 02, RW 06, Desa Ciaruten Ilir, kecamatan Cibungbulang pasca dilakukan operasi pengangkatan material serpihan granat oleh pihak dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Sabtu (16/02), kini kondisinya mulai membaik.

Dikatakan dr Andika, kondisi Khaerul saat ini berangsur membaik meskipun psikis Khaerul masih mengalami trauma atas kejadian itu. Saat inipun Khaerul kata Andika, sudah bisa menggerakan anggota badannya meskipun masih dengan rasa nyeri.

“Kondisinya alhamdulillah sudah mulai lebih baik dibanding awal saat dilarikan kesini sudah sempat diganti perban juga tadi pagi dibagian lutut dan lengan kiri,” kata dr Andika kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Andika mengatakan, pihaknya pun belum bisa memastikan kapan Khaerul bisa pulang. Namun demikian masih menunggu persetujuan dokter bedah yang melakukan operasi Khaerul. “Belum tahu tentu masih menunggu persetujuan dokter bedahnya. Yang pasti kalau udah mulai membaik pasti akan pulang,”jelasnya.

Sementara Ibu Khaerul, Sahara (33) mengatakan pasca di operasi, anaknya itu hanya merasakan lemas, tapi kondisinya sekarang lebih baik. “Hanya lemas saja, dan kadang nyeri tapi sudah mulai membaik dibanding kemarin,” katanya.

Sementara Dandim 0621/kabupaten Bogor Letkol inf, Harry EkoSutrisno mengatakan sampai saat ini kepemilikan granat itu belum diketahui dari satuan mana. Musababnya yang menggunakan lapangan tembak itu bukan hanya kodim,tetapi kodam, kopassus dan satuan lain pun menggunakan lapangan tembak itu. “Danbiasanya latihan menggunakan granat itu mau operasi pertemuan. Latihan untukpertempuran lama sudah lama sekitar tahun 2001, ujarnya.

Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan terhadap kepemilikan granat itu. “Saya mengimbau warga setempat agar tidak mendekati area lapangan tembak. Meskipun sudah dipagar tapi ada anggaran dari satuan atas,” pungkasnya. (Cepi Kurnia)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 18 Februari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar