Lagi, Eksekusi Blok F Ditunda

218
sumber gambar: http://politikabogor.com

Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) kembali menunda eksekusi Blok F Pasar Kebon Kembang hingga April 2019. Padahal, sebelumnya perusahaan plat merah itu berencana memagar kawasan tersebut pada Minggu (27/1).

Plt Direktur Utama  PD PPJ, Hanafi mengatakan bahwa kebijakan penundaan ekskusi blok F  merupakan arahan Muspida untuk menjaga situasi Pileg dan Pilpres 2019 tetap kondusif . “Jelang pemilu tugas TNI dan Polri sangat padat. Nah, ini salah satu pertimbangan selain menjaga kondusifitas,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.

kendati demikian, kata Hanafi, PD PPJ  telah mengambil langkah dengan menghentikan seluruh operasional Blok F diantaranya dengan tidak memungut service charge, tidak menyediakan keamanan setra tenaga kebersihan, dan mencabut listrik yang ada di tiap selasar pasar tersebut.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan PLN unuk mencabut seluruh jaringan listrik di Blok F, tapi sampai sekarang belum di realisasi,” tegasya .

Menurut Hanafi , penundaan eksekusi Blok F akan dimanfaatkan oleh PD PPJ untuk kembali membuka keran komunikasi dengan pedagang, yang selama ini sempat tersumbat ,” kami akan perencanaan revitalisasi sematang mungkin dan merancang komunikasi dengan pedagang unuk menyamakan perpersepsi agar pembangunan berjaln mulus,” jelasnya.

hLebi lanjut, kata dia , kebijakan menunda eksekusi Blok F sudah di komunikasikan kepada Investor. “Sudah di sampaika ke investor, mereka menanggapiya biasa saja”  ucap Hanafi

Saat disinggung apakah penundaan eksekusi berkaitan dengan lagkah penguyuban pedagang Blok F yang mengajukan banding ke pegadilan Tnggu Jawa Barat. Hanafi menyatakan bahwa hal tresebut sama sekali tidak berhubungan.” di amar putuskan  Majelis akim Pengadilan Negeri Kota Bogor tidak ada satu pun poin ang memerinahkan PD PPJ menghentikan revitalisasi, yang ada justru Hakim memerintahka pedagang untuk mengisi tempat penampungan sementara (TPS) yang telah disiapkan,” ujarnya.

Sementara itu, walikota Bogor Bima Arya menyatakan, ditundanya eksekusi Blok F lantaran adanya sesuatu hal yang harus dikomunikasikan terlebih  dahulu . “Intinya harus diintensifkan dulu komunikasi dengan semua pihak,” singkatnya. (Fredy Kristianto)

Sumber: Koran Jurnal Bogor, edisi 28 Januari 2019

SHARE

Tinggalkan Komentar