Lebih 100 Migran Diselamatkan Di Dekat Pulau Crete

757
international.sindonews.com

Sebanyak 103 pengungsi dan migran diselamatkan pada Selasa (5/9) di lepas pantai Pulau Crete, kata kantor berita nasional Yunani, AMNA, sementara pegiat memprotes kebijakan Uni Eropa mengenai krisis pengungsi-migran di Bukit Acropolis di Athena.

Kewarganegaraan semua 103 orang tersebut, yang berada di perahu kayu, belum diidentifikasi, tapi pemerintah lokal mengatakan mereka semua telah dibawa dengan selamat ke Pelabuhan Herakleion.

Satu pesawat Lembaga Penjaga Pantai dan Perbatasan Eropa (Frontex) dan lima perahu ikut dalam pencarian dan menemukan perahu itu ketika seorang penumpang menyampaikan pemberitahaun ke nomor darurat Eropa, 112, kata AMNA.

Setelah peristiwa tersebut, spanduk dipasang oleh satu kelompok kecil pegiat sayap-kiri di luar Kuil Parthenon, dengan tulisan, “Ferries not Frontex”.

Pemrotes yang tampil dengan perahu plastik seperti perahu yang telah digunakan oleh ribuan pengungsi untuk menyeberangi Laut Tengah sejak 2015 menyeru negara anggota Uni Eropa agar membuka perbatasan mereka dan menciptakan jalan aman buat pengungsi yang datang bukannya membuat “benteng” di sekeliling Eropa.

Spanduk lain memperlihatkan slogan yang menyeru negarawan agar mengakui hak pengungsi untuk menetap dan kebebasan bergerak.

Lebih dari satu juta orang telah sampai ke Yunani, terutama dari pantai Turki sejak awal 2015 untuk melanjutkan perjalanan mereka ke negara lain Eropa.

Setelah kematian ribuan orang di Laut Tengah, negara anggota UE meningkatkan upaya untuk membentuk strategi umum guna menangani krisis
tersebut.

Pada musim gugur 2015, mereka meluncurkan program relokasi guna meringankan beban atas Yunani dan Italia, sementara pada musim semi 2015, setelah penutupan perbatasan di sepanjang jalur Balkan, mereka membuat kesepakatan dengan Turki agar membendung arus pengungsi melalui Laut Aegea.

Arus pengugnsi melalui Laut Aegea turun secara dramatis selama satu tahun belakangan dan jaringan penyelundupan beralih ke negara Afrika Utara, dan mengirim perahu menuju Italia. (Antara/Xinhua-OANA)

SHARE

Tinggalkan Komentar